suplemenGKI.com

Senin 5 Agustus 2013

04/08/2013

PENGHARAPAN DI DALAM TUHAN

Kejadian 15 : 1 – 6

Pengantar
Dalam hidup ini ada hal-hal yang begitu menjadi pengharapan kita. Dan Jika pengharapan itu kemudian dapat terwujud maka kita akan merasa bahagia, misalnya berharap memiliki pekerjaan yang baik dan tempat tinggal yang layak. Adapun setiap jaman dapat memunculkan pengharapan yang berbeda. Abram (Abraham) tampaknya memiliki sebuah pengharapan akan kehidupan yang ia jalani saat itu maupun di masa yang akan datang. Pengharapan yang dipikirkan oleh Abram ini merupakan sesuatu yang wajar pada jamannya. Jika apa yang menjadi pengharapan Abram atau orang-orang pada jamannya itu tidak kunjung terwujud maka dapat saja memunculkan kekuatiran tertentu. Mari kita perhatikan bacaan Alkitab hari ini dan menemukan hal yang berkaitan dengan pengharapan Abram di dalam TUHAN.

Pemahaman
Ayat 1-3 :  TUHAN telah menyatakan diri sebagai perisai perlindungan bagi Abram dan    menjanjikan  upah yang besar, namun tampaknya ada yang menjadi kekuatiran atau ketakutan pada  Abram. Apa yang dikuatirkan atau ditakutkannya?
Ayat 4-5 :  Bagaimana jawaban TUHAN atas pertanyaan Abram ?
Ayat 6 :  Bagaimana sikap Abram terhadap pernyataan TUHAN ?

Pada jaman Abram (Abraham) faktor keturunan atau anak sangatlah menjadi pengharapan, bahkan secara lebih khusus lagi, yaitu pengharapan akan adanya anak laki-laki dalam keluarga sebagai penerus. Bukan saja harapan tentang anak laki-laki tetapi juga jumlah anak laki-laki yang cukup banyak untuk dapat memperkuat kehidupan komunitas keluarga yang pada waktu itu sangat rentan terhadap bahaya penyerangan dari kelompok suku atau komunitas lain termasuk untuk menghadapi kehidupan alam yang masih cukup keras. Maka wajar jika kekuatiran mulai menghinggapi Abram karena sampai pada masa tuanya, ia belum memiliki anak laki-laki, sehingga kemudian ia bertanya kepada TUHAN.

TUHAN memberikan jawaban yang dapat memberikan kelegaan bahkan terlihat sangat luar biasa walau masih dapat menimbulkan suatu tanda tanya, mengingat faktor usia lanjut dan kemandulan istrinya. Jadi bagaimana hal ini dapat dipercayai begitu saja.

Jawaban TUHAN yang luar biasa itu ternyata disambut oleh Abram dengan iman yang luar biasa. Abram sungguh percaya dan bersedia hidup dalam pengharapan akan janji TUHAN.

Refleksi
Marilah kita merenungkan kehidupan pengharapan kita, apakah ada pengharapan yang belum terwujud atau tak kunjung terlihat wujudnya? Dan apakah pengharapan kita terkait dengan janji yang kita terima dari TUHAN? Atau hanya merupakan pengharapan pribadi karena keinginan dan kebutuhan kita? Lalu bagaimana perasaan dan sikap kita jika pengharapan itu tak kunjung terwujud?

Tekadku
TUHAN, saya akan tetap mempercayai janji-janji-MU dan menaruh segala pengharapan hidupku di dalam rencana dan rancangan TUHAN. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan memperhatikan satu janji TUHAN yang pernah saya baca dalam Alkitab dan berusaha untuk mempercayai janji TUHAN tersebut dalam kesetiaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«