suplemenGKI.com

Mazmur 112:1-10

 

“Bahagia Orang Benar”

Pengantar:
Secara umum pemahaman bahagia adalah: jika memiliki harta banyak, hidup sehat, tidak ada masalah, apa yang diinginkannya tercapai dan semua sangat ideal. Itu sebabnya semua orang berjuang dan berusaha untuk mendapatkannya atau meraihnya, sehingga ada peribahasa yang berkata “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” artinya bersakit-sakit dalulu, bersenang-senang kemudian. Tujuannya agar di ujung perjuangannya ketika apa yang diinginkannya tercapai atau terpenuhi maka di sanalah letak kebahagiaannya. Tetapi bagaimana pemahaman pemazmur tentang orang yang berbahagia? Mari kita perhatikan bacaan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang menjadi poin terpenting agar orang berbahagia menurut  pemazmur? (v. 1)
  2. Apa saja tanda orang yang berbahagia menurut pemazmur? (v. 2-9)
  3. Bagaimana dengan orang yang tidak takut akan Tuhan? (v. 10)

Mazmur 112:1-10 ini merupakan ungkapan pengalaman hidup pemazmur yang sangat mengenal dan mempercayai Tuhan. Dari syair-syair mazmur itu kita mengetahui bahwa hidup takut akan Tuhan adalah sumber kebahagiaan yang sejati. Apakah yang dimaksud oleh pemazmur tentang hidup takut akan Tuhan? Yaitu “yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”. Menarik untuk diperhatikan kalimat: “yang sangat suka kepada segala perintah-Nya”. Ada dua frasa penting, yaitu “sangat suka” itu menegaskan bahwa kesukaan pemazmur kepada perintah-perintah Tuhan itu melebihi dari segala kesukaannya pada apapun juga pada umumnya. Dari penghayatan demikian dapat dipastikan bahwa semenarik apapun hal-hal di luar perintah Tuhan itu tidak akan mengalahkan kesukaannya pada perintah-perintah Tuhan. Kemudian frasa “segala perintah-Nya” ini berbicara tentang keseluruhan perintah Tuhan. Pemazmur tidak memilih-milih perintah Tuhan baik yang sukar, yang berat atau yang ringan semua menyenangkan baginya. Kesukaan yang demikianlah yang membawa kebahagiaan bagi pemazmur. Pada ayat 2-9, itu merupakan daftar yang membahagiakan bagi orang yang takut akan Tuhan. Segala sesuatu terkait dengan kesejahteraan, keberhasilan, perlindungan dan kenyamanan semua disediakan bagi orang yang takut akan Tuhan. Jadi jangan pernah kuatir akan penghidupan ini, semua Tuhan sediakan sesuai dengan kehendak-Nya. Sedangkan orang fasik mereka akan menderita dan menuju kebinasaan.

Refleksi:
Saudara-saudara, apakah engkau mengharapkan hidup berbahagia, firman Tuhan hari ini mengajar kita bagaimana cara agar mengalami kebahagiaan, yaitu hiduplah takut akan Tuhan.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami agar kami senantiasa hidup takut kepada-Mu, agar kami boleh berbahagia.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita belajar lebih menyukai segala perintah Tuhan yang dapat membuat kita bahagia, dari pada menyukai hal-hal yang bisa membuat kita menuju pada kebinasaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«