suplemenGKI.com

IMAN YANG KOKOH: FOKUS PADA-NYA

Ayub 19:1-29

 

PENGANTAR
Iman kepada Allah yang hidup harus kita bangun semakin kokoh sehingga tidak tergoyahkan oleh badai persoalan yang melanda kehidupan.  Perikop hari ini menunjukkan iman Ayub yang kokoh bahwa Allah adalah penebus yang hidup, sanggup mendengar dan membelanya.  Keyakinan itu Ayub miliki justru pada saat dirinya mengalami tekanan yang semakin berat.  Apa yang Ayub alami?  Mari kita baca dan renungkan! 

PEMAHAMAN

  • Bagaimana situasi dan kondisi yang dialami Ayub? (ayat 2-7, 13-19)
  • Bagaimana jawaban Ayub yang menunjukkan bahwa dia memiliki cara pandang yang tepat atas kedaulatan Allah? (ayat 6, 8-12)
  • Bagaimana keyakinan Ayub bahwa Tuhan sanggup membela dirinya (ayat 25-29)
  • Apakah saudara memiliki keyakinan seperti Ayub?

Ayub mengalami tekanan yang sangat berat (ayat 3).  Bandingkan keluhan Ayub di pasal 3.  Sekarang, di pasal 19 ini tekanan yang dialami Ayub bertambah berat karena para sahabatnya tidak menunjukkan perhatian dan tidak menerima dirinya yang sedang menderita (ayat 2-7).  Mereka seakan-akan bertindak menjadi Allah bagi Ayub (ayat 21-22).  Meski demikian, Ayub sekali lagi menyatakan bahwa penderitaan yang ia alami tidak berkaitan dengan dosanya.  Melainkan disebabkan perbuatan Allah dalam kedaulatan-Nya atas dirinya (ayat 6, 8-12).  Sebagai akibat keyakinannya itu maka semua orang menjauhkan diri dari Ayub, termasuk teman, keluarga yang paling dekat, bahkan anak-anak (ayat 13-19).

Dalam situasi seperti itu, satu hal yang luar biasa dari Ayub adalah imannya yang tidak kehilangan fokus, tetapi tetap tertuju kepada Allah.  Meskipun di ayat 7 Ayub sempat menuduh Allah bertindak tidak adil kepadanya, dengan sengaja menyengsarakan dia.  Tetapi pada akhirnya, Ayub meyakini bahwa Allah yang hidup akan tampil membela dia.  Ayat 25 “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.”  Kata “penebus” dalam bahasa Ibrani go’el yang berarti seorang kerabat, atau keluarga terdekat, yang turun tangan langsung dalam suatu peristiwa untuk membela atau mempertahankan hak keluarga itu. Contohnya: menebus sebidang tanah dalam Imamat 25:25-28, Boas mengambil Rut sebagai istrinya (Rut 4:3-6).  Jadi, go’el adalah kerabat yang menebus.  Dalam bagian ini Ayub mengenakan go’el pada Yahwe.  Ayub menyakini, pada waktunya nanti ia melihat Allah yang membelanya, bertanggungjawab atas hidupnya dan memulihkan (ayat 26-27).  Seakan-akan Ayub berkata “Oleh karena Engkau yang mengijinkan aku menderita, maka suatu saat nanti Engkau pasti akan memulihkan aku”!

Bagi kita saat ini, apa yang saudara harapkan dari Allah di saat mengalami kesulitan, penderitaan dan ketidakadilan?  Pada umumnya, banyak orang mengharapkan Allah datang dan segera membukakan jalan dengan cepat, mudah dan menakjubkan.  Harapan seperti itu membuat iman tidak kokoh, sebab mata hati kita tidak fokus melihat Allah tetapi melihat situasi dan kondisi yang terjadi.
REFLEKSI
Mari merenungkan: Iman Ayub adalah iman sejati, yang tak tergoyahkan oleh situasi.    Ayub percaya penuh bahwa Allahlah perisainya.  Penderitaan boleh menggerogoti sekujur tubuhnya bahkan menekan jiwanya, tetapi rohnya tetap berharap pada-Nya.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu hari ini.  Mampukan aku untuk memiliki iman yang kokoh, fokus kepada-Mu tidak tergoyahkan karena kesulitan hidup.

TINDAKANKU
Tiap hari aku akan mengupayakan datang kepada Tuhan melalui membaca firman-Nya, berdoa dan memuji Tuhan agar imanku tetap teguh, tidak tergoyahkan karena kesulitan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«