suplemenGKI.com

Senin, 4 Mei 2015

03/05/2015

ROH KUDUS BAGI SEMUA BANGSA

Kisah Para Rasul 10 : 44 – 48

 

Pengantar
Dalam sebuah ajang kompetisi pencarian bakat, ada satu hal yang dicari secara khusus dari para pesertanya yang disebut sebagai faktor X. Mengapa harus ada faktor X? Karena orang ingin melihat sesuatu yang berbeda dari yang lain, sesuatu yang tidak ada atau belum dipunyai oleh orang lain sebagai sebuah daya tarik atau nilai ‘jual’ yang berharga. Tapi bagaimana dengan kehidupan sebagai orang percaya di dalam TUHAN, apakah kita juga cenderung ingin memiliki sebuah kelebihan yang berbeda dari orang lain? Marilah pada hari ini kita memperhatikan dan menyelami karya ALLAH sebagaimana dinyatakan dalam Kisah Para Rasul 10 : 44 – 48 yang berkaitan dengan pemberian Roh Kudus sebagai faktor penting dalam hidup kita.

Pemahaman
Berita apa yang dapat kita terima melalui ayat-ayat yang kita baca pada hari ini ? Secara khusus berkaitan dengan karya Roh Kudus, dan kehidupan orang-orang yang percaya kepada ALLAH dan menerima Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab kita pada hari ini menyampaikan berita tentang turunnya Roh Kudus kepada Kornelius dan orang-orang yang berada di rumahnya. Mereka bukan berkebangsaan Yahudi atau Israel. Hal ini meneguhkan perkataan dan pemahaman Petrus dalam ayat sebelumnya (ayat 34), bahwa ALLAH tidak membedakan orang. Bukan hanya tidak membedakan secara penerimaan dan perlakuan, tetapi juga memberikan Roh Kudus yang sama yang berkarya dalam dan melalui hidup semua orang tanpa membedakan latar belakang kebangsaannya.

Salah satu karya Roh Kudus yang dinyatakan kepada mereka adalah hal berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan ALLAH serta adanya keterbukaan dalam kehidupan bersama, di mana Kornelius meminta Petrus untuk tinggal beberapa hari bersama mereka.

Hal berkata-kata dalam bahasa roh menjadi wujud perubahan hidup yang dapat dilihat oleh orang-orang yang hadir pada saat itu, dan semua itu dinyatakan untuk memuliakan ALLAH bukan untuk unjuk kemampuan atau kelebihan secara rohani. Dan yang terlebih penting adalah bahwa hal itu tidak membuat mereka menjadi sombong dan merasa berbeda dengan yang lain, tapi justru makin meneguhkan keterbukaan untuk hidup bersama tanpa saling membedakan sebagai komunitas hidup orang percaya yang kemudian kita sebut sebagai gereja.

Refleksi
Apakah selama ini, kita telah menyadari hadirnya Roh Kudus dalam hati dan hidup kita? Tanda apa yang terwujud melalui kehidupan kita yang dapat dilihat atau dirasakan oleh orang di sekitar kita karena kehadiran Roh Kudus? Dan apakah kita makin membuat diri kita makin jauh atau dekat dengan orang-orang di sekitar kita ?

 

Tekad
Ya TUHAN, buatlah kehadiran Roh Kudus dalam hidupku dapat menjadi tanda kehadiran TUHAN bagi orang-orang di sekitarku, dan biarlah semua itu hanya untuk kemuliaan nama-MU, serta makin mendekatkan kami sebagai umat TUHAN yang mau hidup dalam kebersamaan tanpa saling membedakan.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan makin memberi diri untuk berkarya bagi kemuliaan ALLAH dalam persahabatan dengan semua orang dalam pimpinan Roh Kudus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»