Senin, 4 Mei 2009

Yesaya 32:1-8

Yesaya pasal 32 ini menggambarkan tentang sebuah kondisi bahagia yang akan terjadi pada umat ALLAH yang telah mengalami pembebasanNya. Dalam pasal-pasal sebelumnya (31 & 32) nampak jelas campurtangan ALLAH yang secara langsung bertindak bagi pembebasan umatNya. Dan rupanya campur tangan ALLAH itu tidak hanya berhenti pada upaya pertolongan dan pembebasan yang dilakukanNya. Di pasal 32 bahkan disebutkan bahwa akan ada kondisi membahagiakan bagi seluruh umat jika ALLAH dipersilakan memerintah dalam seluruh aspek kehidupan.

·         Ayat 1                   : Siapakah yang dimaksud dengan Raja yang akan memerintah dengan

kebenaran itu?

·         Ayat 2-6               : Apakah dampak positif yang akan terjadi ketika umat ALLAH mempersilakan

Sang Raja Kebenaran itu memerintah?

·         Ayat 7-8               : -Ayat 7 menunjukkan kondisi hati yang dikuasai ketidakbenaran. Sedangkan

ayat 8 menunjukkan kondisi hati yang dikuasai kebenaran. Tentu saudara akan

lebih suka memilih dan memiliki kondisi hati kedua. Bagaimanakah saudara

mewujudkan kondisi hati seperti digambarkan ayat 8?

Renungan:

Sang Raja yang akan memerintah dengan Kebenaran itu tak lain adalah Kristus sendiri. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Kristus akan memerintah dengan kebenaran tatkala kelak Ia datang untuk yang kedua kalinya. Namun banyak juga penafsir yang berpendapat bahwa pemerintahan yang penuh kedamaian dan kebenaran juga bisa terjadi pada saat kini, ketika seseorang sungguh-sungguh mengundang dan mempersilakan Kristus sepenuhnya memerintah dan menguasai hatinya.

Sesaat sebelum naik ke Sorga, YESUS memberikan Amanat AgungNya pada para murid. Tujuannya adalah agar melalui kesaksian dan pelayanan yang dilakukan para murid dan pengikutNya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan kerohanian manusia. Dan dampak itu  hanya mungkin terealisasi ketika para murid dan pengikutNya benar-benar bergantung pada kuasa dariNya. Yohanes 14:27 adalah janji sekaligus bisa dimaknai sebagai harapan Kristus terhadap para murid untuk selalu menghadirkan shalom di tengah dunia. Dan shalom (damai sejahtera) itu hanya terwujud dengan hidup berpusat pada kuasa serta kendaliNya saja.

Sebagai orang yang sudah dibebaskanNya dari kutuk dosa, kitapun pasti merindukan kebahagiaan dan hidup damai sejahtera. Tak ada jalan lain untuk meraih hal itu kecuali kita sungguh-sungguh mempersilakan Kristus untuk memerintah dan merajai seluruh hidup kita. Maukah kita mengundang dan mempersilakan Kristus sebagai Raja Kebenaran yang menjadi pusat perilaku dan keputusan yang kita ambil dalam hidup ini?

“Jika kita mempersilakan KRISTUS merajai hati kita, maka hidup kita akan berbuahkan KEBENARANJika kita menolak KRISTUS merajai hati kita, maka hidup kita akan berbuahkan KEONARAN”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*