suplemenGKI.com

Senin, 4 Maret 2013

03/03/2013

Yosua 5:1-8.

 

Tuhan Membuka Lembaran Baru Bagi Umat-Nya

Pemahaman:
Bagi saudara yang senang membaca cerita serial sebuah kisah, ketika telah menuntaskan satu seri maka pasti ingin membaca seri-seri berikutnya. Apalagi kalau cerita serial itu menyajikan cerita yang sangat menarik dan membuat saudara penasaran jika tidak melanjutkan untuk membaca kisah-kisah selanjutnya. Kisah perjalanan Umat Israel mulai sejak keluar dari Mesir menuju Kanaan adalah bak kisah serial yang sangat menakjubkan. Di mana Sang Sutradara, yaitu Allah sendiri merangkai kisah nyata itu menjadi sebuah kisah yang penuh makna dan kaya nilai theologis yg patut untuk kita hayati terus-menerus demi pengenalan dan pertumbuhan kerohanian kita kepada Tuhan.

Pemahaman:
Apa yang melatar belakangi, sehingga Allah memerintahkan Yosua untuk menyunat semua kaum pria Israel setelah empat puluh tahun mereka mengembara di padang gurun menuju Kanaan? (V. 2-6)

  1. Apa pula tujuan Allah memperbaharui perintah-Nya dengan meminta Yosua menyunat seluruh kaum pria yang lahir dalam perjalanan menuju Kanaan? (V. 7-9)

Tidak bisa dipungkiri, bahwa umat Israel sejak mereka keluar dari Mesir, mereka telah menikmati berbagai pertolongan, kemurahan dan kasih Allah. Tetapi mereka juga kerap mendukakan hati Tuhan dengan cara bersungut-sungut, memberontak bahkan mendua hati ketika mereka menyembah patung anak lembu emas. Peristiwa terakhir yang masih segar dalam ingatan kita adalah ketika kedua belas wakil masing-masing suku Israel diminta untuk mengintai negeri Kanaan. Sepuluh di antaranya (kecuali Kaleb dan Yosua) meragukan kuasa Tuhan untuk menolong mereka menghadapi penduduk Kanaan (Yos 2:1-24) Sikap mereka itu dipandang sebagai sikap yang tidak mendengarkan firman Tuhan (v.6) Maka orang-orang demikian dipandang tidak layak melanjutkan babak baru untuk memasuki tanah Kanaan. Mereka semua habis mati, mungkin itu adalah cara Tuhan untuk tidak melayakan mereka memasuki Kanaan.

Kini Tuhan membuka lembaran baru untuk mempersiapkan umat-Nya yang dipandang layak memasuki Kanan, yaitu dengan meminta Yosua menyunat setiap laki-laki yang lahir selama perjalanan menuju Kanaan sebagai ganti mereka yang telah mati. Sunat adalah tanda perjanjian antara Allah dan umat-Nya (Lih. Rm 4:11, Kej 17:10) Itulah lembaran baru yang Tuhan buka bagi umat-Nya untuk memasuki tanah Kanaan.

 

Refleksi:
Dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan, pernahkah kita sejenak merenung kalau-kalau kita juga sering tidak mendengarkan / mentaati firman Tuhan? Mungkinkah kita sudah memberontak, bersungut-sungut kepada Tuhan? Entah apapun menyebabnya. Kalau ia, kita membutuhkan lembaran baru untuk melanjutkan perjalanan kita bersama Tuhan. Dan yang dapat membuka lembaran baru bagi kita adalah hanya Tuhan.

 

Tekad:
Tuhan, aku bersyukur karena firman-Mu hari ini mengingatkan aku untuk belajar hidup menyukakan Engkau. Mungkin aku adalah orang yang sering mengabaikan firman-Mu, tidak bersyukur atas pemeliharan-Mu atau mungkin aku sering bersungut-sungut kepada-Mu. Itu semua telah mendukakan Engkau. Bukalah lembaran baru bagiku, agar aku dimampu untuk menyukakan hati-Mu.

 

Tindakanku:
Mulai sekarang aku akan hidup dalam lembaran baru bersama Tuhan dengan lebih setia lagi mendengar firman Tuhan, bersyukur atas pemeliharaan dan kasih Tuhan dalam hidupku. Aku juga akan menjauhkan sikap suka bersungut-sungut kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«