suplemenGKI.com

SENIN, 4 JUNI 2012

03/06/2012

Kejadian 3: 1-7

“Kebodohan dan Keserakahan Manusia”

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Bacalah Kejadian 2:15-17:  Bandingkan larangan yang diberikan Tuhan kepada manusia dengan kebebasan yang bisa dinikmati oleh manusia.  Menurut Anda, apakah larangan itu terlalu berat untuk ditaati?
  2. Kejadian 3:1:  Ular diperkenalkan sebagai yang paling cerdik dari segala binatang. Hal apakah yang menunjukkan kecerdikan ular itu?
  3. Kejadian 3:2-6: Menurut Anda, faktor-faktor apa sajakah yang membuat perempuan itu tertipu oleh ular yang cerdik itu? Sebutkan minimal empat hal.
  4. Kejadian 3:7: Setelah melanggar larangan Tuhan, apa yang terjadi kepada manusia? Apakah hal ini sesuai dengan apa yang mereka harapkan sebelumnya?

RENUNGAN

Tuhan telah menciptakan alam semesta seluruhnya dengan kualitas “baik” dan semua yang baik itu diberikan kepada manusia.  Termasuk taman Eden yang mahaindah, dengan pohon-pohon yang dapat mereka nikmati buahnya. Namun selain diberi kebebasan menikmati semua buah pohon yang ada dalam taman itu, manusia juga diwajibkan menaati larangan memakan buah salah satu pohon yang ada di tengah-tengah taman, yang disebut pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.  Mengingat semua kebaikan yang telah mereka terima dari Tuhan, larangan makan buah dari salah satu pohon itu seharusnya tidak mengurangi kebahagiaan mereka. Mereka masih bisa tetap hidup dan menikmati buah dari semua pohon yang lain.

Namun, manusia jatuh dalam dosa bukan karena Tuhan kurang baik kepada mereka, melainkan karena mereka ingin mendapat lebih dari yang mereka nikmati sekarang. Buah yang ditawarkan ular itu nampak begitu sedap dan khasiatnya pun menarik. Tentu saja ada faktor yang lebih penting. Perempuan itu ternyata begitu mudah dan cepat menyingkirkan firman Tuhan yang melarang mereka memakan buah pohon itu. Padahal, cukup jelas bahwa larangan itu sangat penting untuk mereka pegang. Hanya dengan dua kalimat, ular yang cerdik mampu menjauhkan manusia dari firman Tuhan yang penting itu. Lagipula, perempuan itu tidak mendapat dukungan yang baik dari suaminya, yang pada waktu itu bersama-sama dengan dia.

Ketika memakan buah itu tentu manusia juga mengharapkan khasiat yang dijanjikan oleh si ular. Namun, apa yang terjadi kemudian menunjukkan betapa naif manusia yang mengharapkan khasiat seperti itu. Manusia yang berharap menjadi seperti Allah justru terusir dari hadirat Allah dan kehilangan kemuliaan Allah. Padahal manusia sebelumnya sudah “seperti Allah” karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Ketika mereka mendapat pengetahuan, mata mereka terbuka, maka hal yang pertama kali mereka lihat adalah ketelanjangan mereka sendiri. Sebutan ular sebagai binatang “yang paling cerdik” sebenarnya merupakan sindirian tajam kepada kebodohan manusia.

 

Dosa lebih sering terjadi bukan karena keadaan yang memaksa,
melainkan karena kebodohan manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«