suplemenGKI.com

Senin, 4 Juli 2011.

03/07/2011

Matius 13 : 1-4, 18-19.

Firman Tuhan dan hati manusia.

( bagian 1 )

Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang penabur yang menaburkan benih. Ternyata benih yang ditaburkan oleh penabur jatuh diberbagai tempat. Ada benih yang jatuh pinggir jalan, sehingga kemudian dimakan habis oleh burung. Ada  benih yang jatuh ditanah yang berbatu-batu, sehingga setelah tumbuh segera layu karena tidak berakar. Sebagian lagi benih jatuh di tengah semak duri, ketika benih itu tumbuh, segera dihimpit oleh duri-duri yang umumnya tumbuh lebih cepat daripada benih itu. dan sebagian lagi benih jatuh di tanah yang baik dan tumbuh dengan baik sehingga dapat menghasikan buah.

Pertanyaan penuntun.

1. Siapa penabur benih tersebut ? apa yang dimaksud dengan    benih ? apa yang dimaksud dengan tanah ?

2. Mengapa benih yang ditabur bisa jatuh dipinggir jalan ?

3. Apa maknanya ?

4. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari renungan kita ?

Renungan.

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang penabur, sebenarnya Tuhan Yesus  hendak berbicara tentang kualitas hati manusia saat menerima benih Kerajaan Allah dalam kehidupannya. Penabur yang dimaksud dalam perumpamaan ini adalah Tuhan Yesus sendiri, atau bisa juga nabi-nabi dan  para pemberita Firman Allah. sedangkan benih yang ditabur adalah Firman Allah. sungguh saangat menarik dalam perumpamaan ini menjelaskan bahwa benih yang ditaburkan justru ada yang jatuh di pinggir jalan sehingga dengan mudah benih tersebut dimakan habis oleh burung. Hal ini sangat dimungkinkan karena sistem pertanian di Israel saat itu adalah di area ladang, dimana sebelum menabur benih, ladang harus dibajak dahulu. Setelah ladang siap baru benih ditabur [pertanian tradisional jaman dulu ]. Dalam hal benih jatuh dijalan [ yang dimaksud adalah jalan di pinggir ladang ] hal itu sangat mungkin, sehingga burung memakannya sampai habis juga sangat mungkin karena di area ladang biasanya banyak burung mencari makan.

Ada orang yang memiliki hati seperti tanah di pinggir jalan, yaitu orang-orang yang memiliki karakter dan kebiasaan mengabaikan dan meremehkan Firman Tuhan. Bahkan Firman Tuhan tidak diperlukan sebagai penuntun kehidupan. Itulah gambaran sikap hati manusia terhadap Firman Allah. Firman Allah yang ditaburkan/diberitakan dipandang tidak penting bahkan tidak diperlukan.

Orang Kristen seharusnya memiliki hati yang terbuka terhadap Firman Tuhan, namun tidak semua orang Kristen yang memiliki hati seperti itu. ada kemungkinan orang Kristen memiliki hati seperti tanah yang dipinggir jalan. Dengan cirri-ciri mengabaikan Firman Tuhan atau memandang remeh kebenaran Firman Tuhan. Jika kita amati dengan seksama di gereja, ketika Firman Tuhan diberitakan, bukankah ada orang Kristen yang tidak serius mendengar kotbah, ada yang membaca disaat Firman Tuhan dikotbahkan, atau guyonan bahkan ada yang tertidur. Jika demikian mana mungkin Firman Tuhan dapat masuk di hati dan menjadi pedoman hidup anda . Tidak disadari bahwa dengan demikian ia sedang meremehkan Firman Tuhan. Jika anda adalah orang yang sering meremehkan Firman Tuhan, sadarilah bahwa anda perlu bertobat dan jangan remehkan Firman Allah. amin.

‘Janganah meremehkan Firman Tuhan, karena dengan demikian kita termasuk orang yang bodoh’

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*