suplemenGKI.com

Kejadian 1:1-5

 

“Keajaiban Allah”

Pengantar:
Hari ini kita baru memasuki hari ke empat di bulan Januari tahun 2021. Masih sangat relevan jika kita memulai hari-hari kita dengan merenungkan betapa ajaib dan agungnya Allah sang pencipta alam semesta itu. Berbicara tentang keajaiban tentu hal itu tidak akan mungkin terjadi dan tidak akan mungkin ada jika tidak ada yang hebat dan yang maha kuasa yang melakukannya. Keajaiban hanya dapat terjadi karena dilakukan oleh pihak yang dapat melakukan keajaiban. Tema renungan kita adalah “Keajaiban Allah” mengapa Allah dinyatakan ajaib? Mari kita telusuri perenungan firman Tuhan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak dijelaskan melalui pernyataan awal di Kitab Kejadian 1:1-2?
  2. Apa yang hendak ditegaskan melalui pernyataan “Berfirmanlah Allah….” (v. 3-4)
  3. Apa makna dari kalimat tindakan dan hasil dari tindakan yang dipaparkan di ayat 5?

Allah memulai karya penciptaan-Nya pada hari pertama dengan menciptakan langit dan bumi, dua unsur besar itu menjadi dasar seluruh ciptaan yang lainnya. Hal itu menunjukan bahwa Allah mempersiapkan seluruh ciptaan-Nya dengan sangat terencana dan matang bukan sekedarnya. Kata menciptakan dalam bahasa Ibrani adalah “Bara” sebuah kata yang hanya boleh dikenakan pada Allah untuk membedakan karya Allah dengan karya manusia. Banyak penafsir menggambarkan kata Bara sebagai mujizat sempurna karena hanya Allah yang dapat melakukannya, gambaran demikian menegaskan bahwa Allah itu ajaib. Ayat 2 “Bumi belum berbentuk dan kosong….” dalam bahasa Ibrani “Tohu wa bohu” artinya tidak berisi, kosong dan gelap, itu menegaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi termasuk unsur-unsur lain yang diciptakan-Nya di hari-hari selanjutnya adalah belum ada sama sekali. Kalimat “Roh Allah melayang-layang” hendak melukiskan kehadiran Allah untuk mengadakan yang tidak ada menjadi ada dengan teratur dan indah. Allah menciptakan dengan berfirman, menunjukan Allah melakukannya dengan kesadaran dan kemahakuasaan-Nya. Ketika Allah memandang hasil karya-Nya, Ia merasa senang dan puas. Pernyataan “Jadilah petang dan jadilah pagi” memberi penghayatan bahwa kegelapan akan berakhir ketika datangnya terang. Dan penciptaan terang mengakhiri kekuasaan kegelapan, itulah hari pertama. Keajaiban Ilahi diawali dengan terang yang mengalahkan kegelapan (Band Yohanes 1:4-5).

Refleksi:
Mungkin kita sering mendengar tentang keajaiban, tetapi tahukah kita siapakah Sang Ajaib itu? Dialah Allah telah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Bersyukurlah karena kita  memiliki dan percaya kepada Allah yang ajaib di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara, kita mensyukuri keajaiban Allah dengan hidup yang memancarkan dan menyatakan keajaiban Ilahi melalui sikap, tutur kata dan perbuatan kita yang bermakna bagi dunia dan memuliakan Tuhan. 

Tekadku:
Tuhan, kami bersyukur memiliki Engkau Allah yang ajaib di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah menciptakan dan menyelamatkan kami dari kegelapan dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«