suplemenGKI.com

JANGANLAH TAKUT

Yesaya 43 : 1 – 7

Pengantar
Mengawali hari-hari di awal tahun 2016 kiranya tidak membuat kita hidup dalam ‘ketakutan’ akan apa yang  terjadi  di sepanjang perjalanan hidup di tahun baru. Memang tidak setiap perjalanan hidup itu akan terasa nyaman bagi kita, bahkan terkadang kita harus berada dalam situasi tekanan dan ancaman. Secara khusus bagi kita yang sedang berada (atau merasa) dalam jeratan atau penjara hidup yang dikuasai oleh dosa, maka dapatkah kita sanggup keluar dan bebas untuk mengalami kehidupan baru yang lebih baik. Ketakutan karena tidak memiliki pengharapan dapat bermakna sebagai tambahan tekanan tersendiri dalam kehidupan kita, maka marilah kita memperhatikan apa yang TUHAN sampaikan kepada umat-NYA dalam kitab Yesaya 43 : 1 – 7  tentang karya penebusan dan penyertaan TUHAN.

Pemahaman

Ayat 1 – 4   :  Apa makna ungkapan “Janganlah takut” pada bagian yang pertama ?

Ayat 5 – 7   :  Apa makna ungkapan “ Janganlah takut” pada bagian yang kedua ?

Ungkapan “Janganlah takut” yang pertama ini diikuti dengan pernyataan “Sebab AKU telah menebus engkau” (ayat 1) yang memberi makna bahwa penebusan TUHAN bagi umat-NYA akan benar-benar terwujud dan sekaligus memberi jaminan penyertaan TUHAN (ayat 2) di setiap perjalanan umat-NYA. Israel sungguh berharga dan mulia di mata TUHAN, sehingga TUHAN memberi ganti manusia (bangsa-bangsa lain) sebagai tebusannya (ayat  3 – 4). Israel adalah kepunyaan TUHAN, yang dicipta, dibentuk, dan dipanggil menjadi umat-NYA. Dan umat TUHAN di masa kini pun dapat merasakan karya penebusan di dalam TUHAN YESUS yang menjadi ganti diri kita lewat kematian di kayu salib.

Ungkapan “Janganlah takut” yang kedua ini diikuti dengan pernyataan “Sebab AKU ini menyertai engkau” (ayat 5) yang memberi makna bahwa proses penebusan TUHAN terjadi secara menyeluruh, karena meliputi dan terjadi bagi semua umat TUHAN yang berada di mana pun. Jadi tidak hanya dalam seluruh perjalanan hidup umat yang disertai oleh TUHAN, tetapi seluruh hidup umat di mana pun mereka berada. Mereka akan dihimpunkan kembali oleh TUHAN untuk kemuliaan-NYA, dan inilah yang kemudian terwujud dalam kesatuan hidup bergereja.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan keberadaan hidup kita.

  • Apakah kita masih merasa takut menghadapi berbagai peristiwa di sepanjang perjalanan hidup kita?
  • Apakah kita masih merasa takut kala hidup di suatu tempat tertentu?

 

Tekad
TUHAN, berilah saya keberanian untuk melihat penebusan dan penyertaan TUHAN yang berlaku di berbagai peristiwa dan segala tempat kehidupan.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan bersyukur akan karya penebusan TUHAN dan penyertaan TUHAN melalui kesediaan untuk selalu hidup memuliakan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«