suplemenGKI.com

bacaan : Keluaran 34 : 1-17

Perjanjian akbar Allah yang penyayang namun adil


Pengantar

Nilai dari sebuah perjanjian sering
ditafsirkan dengan berat-ringan , besar-kecil , banyak-sedikit dari isi perjanjian , itu benar. Namun renungan kali ini mengajak kita untuk menggali lebih dalam lagi nilai-nilai perjanjian, yang dibuat Tuhan dengan bangsa Israel, yaitu komitmen semua pihak untuk melakukan isi perjanjian tersebut hingga mempunyai dampak kehidupan yang luar biasa


Pemahaman

Menurut Anda, apa isi, dampak dan konsek
uensi perjanjian AKBAR yang dibuat Tuhan dan Musa ?

Sebagai pemimpin besar bangsa Israel, Musa sangat memahami, siapa yang membuat perjanjian dengannya, ayat 6-7,  yaitu TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi harus diingat juga FirmanNya,tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.” Tuhan mengingatkan jangan hanya memandang Tuhan dari satu sisi Maha Kasih Tuhan saja, karena Tuhan adalah Tuhan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

Perjanjian yang dibuat Tuhan kepada Musa, bukan perjanjian biasa, yang boleh dianggap sembarangan, yang bisa dipenuhi dan bisa tidak! Perjanjian agar bangsa Israel mematuhi 10 hukum Taurat. Ini dengan jelas dan tegas dinyatakan pada ayat 10, firmanNYA , “Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Tuhan akan menggenapi apa yang dijanjikan secara penuh : KasihNya, pengampunanNya, namun sekaligus tidak akan membebaskan dari hukumanNya bahkan sampai kepada keturunan ke-empat. Kata SUNGGUH, hendaknya dipahami untuk tidak dibuat main-main, dengan kata lain HARUS diperhatikan dan ditaati, apalagi konsekuensinya  sangat menggentarkan , yaitu “membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya hingga kepada keturunan keempat”.

Sikap dan respon Musa yang hormat dan patuh dapat dilihat pada ayat 8-9, Musa segera berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah  serta berkata : “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”. Musa sadar bahwa bangsa yang dipimpinnya adalah bangsa yang tegar tengkuk, pasti sulit untuk memenuhi perjanjian, oleh sebab itu Musa tetap meminta Tuhan berjalan ditengah bangsa Israel sekaligus juga meminta ampun akan kesalahan dan dosa bangsa Israel.

Refleksi
Perjanjian Allah dengan umatNya merupakan perjanjian penuh kasih, yang harus direspon dengan kasih pula.


Tekadku

Saya bertekad dapat menjalani hidup hari ini dengan menyambut perjanjian Anugerah Allah yang penuh kehangatan.

Tindakanku.
Saya harus berjuang melakukan perintah Tuhan yang penuh Anugerah
, dengan hidup setia dan taat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«