suplemenGKI.com

TENANG BERSAMA TUHAN

Yesaya 40 : 1 – 11

Pengantar
Sesuatu yang baik, hanya dapat kita lihat dan rasakan secara sungguh-sungguh (kebaikannya), jika kondisi atau suasana hati kita juga baik. Bahkan curahan hidup baru, tak bisa ditampung (tidak cocok) dengan wadah gaya (pola) hidup yang lama. Demikian pula dengan anugerah kebaikan TUHAN dalam hidup kita, dapat kita lihat dan rasakan jika ada kondisi dan suasana hati yang baik. Hal ini akan makin kita pahami dan hayati secara baik dengan membaca dan merenungkan kitab Yesaya 40 : 1 – 11 yang menjadi bacaan Alkitab hari ini.

Pemahaman

Ayat  1 – 5           :  Bagaimana seruan TUHAN bagi umat-NYA?

Ayat  6 – 8           :  Bagaimana keberadaan hidup umat TUHAN dibandingkan dengan keberadaan ALLAH?

Ayat  9 – 11         :  Bagaimana gambaran yang diperlihatkan tentang ALLAH?

Dalam ayat 1 – 5 diperlihatkan bahwa TUHAN menghibur serta menenangkan hati umat-NYA. TUHAN telah mengampuni kesalahan umat-NYA dan masa perhambaan telah berakhir. Namun juga diserukan bahwa harus ada hal yang dipersiapkan umat, yang digambarkan dengan jalan raya yang diluruskan serta lembah, gunung, dan bukit yang diratakan, agar kemuliaan TUHAN itu dinyatakan. Ini berarti kasih TUHAN haruslah disambut dengan kondisi hati dan kehidupan yang baik (lurus dan rata) agar umat dapat merasakan dan melihat karya TUHAN itu.

Ayat 6 – 8 memberikan penggambaran tentang keberadaan manusia di hadapan ALLAH. Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang, di mana rumput akan menjadi kering dan bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-NYA, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. Jadi manusia itu fana sedangkan TUHAN dan Firman-NYA kekal selamanya.

Selanjutnya dalam ayat 9 – 11 diperlihatkan bahwa TUHAN yang kekal itu datang dengan kekuatan dan tangan-Nya yang berkuasa. Umat yang menjadi upah jerih payah-NYA ada bersama-sama DIA, dan mereka yang diperoleh-NYA berjalan di hadapan-NYA. TUHAN seperti seorang gembala yang menggembalakan kawanan ternak-NYA dan menghimpunkannya dengan tangan-NYA; anak-anak domba dipangku-NYA, induk-induk domba dituntun-NYA dengan hati-hati. Sungguh tenang jika hidup bersama TUHAN.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita mengalami penghiburan dan ketenangan di dalam TUHAN yang kekal adanya?
  • Apakah kita menyediakan (menyiapkan) diri untuk melihat kemuliaan TUHAN dengan hati yang baik?
  • Apakah kita telah mempercayakan hidup kepada TUHAN, Sang Gembala hidup yang kuat dan berkuasa? Agar hidup dalam tuntunan-NYA.

Tekad
TUHAN, tolonglah aku agar dapat menghayati dan mengalami ketenangan hidup di dalam TUHAN dan sedia dituntun tangan TUHAN yang kuat dan penuh kuasa. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha menyambut kemuliaan dan tuntunan TUHAN dengan kondisi dan suasana hati yang baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«