suplemenGKI.com

Senin, 4 April 2016

03/04/2016

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN

Kis 9:1-9

 

Pengantar
Bagi pasangan muda-mudi yang sedang jatuh cinta,menyadari perjumpaan dengan dia (sang kekasih) dapat mengubah segala-galanya. Dari hal yang kurang baik menjadi baik atau juga bisa menjadi sebaliknya, dari yang baik menjadi tidak baik. Misalnya seorang pria yang kurang bersemangat belajar berjumpa dengan sang kekasih dan mempengaruhinya untuk belajar dengan baik. Maka karena dorongan sang kekasih, pria tersebut punya semangat belajar yang baik. Namun hal ini juga bisa terjadi sebaliknya, bergantung bagaimana kita menyikapinya dengan baik dan benar. Demikian juga semangat Saulus terhadap kecintaannya pada “agamanya”.

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang Saulus lakukan untuk mencegah para pengikut Jalan Tuhan semakin banyak?

Ay 3-5, Apa yang Tuhan lakukan terhadap Saulus?

Ay 6-9, Apa yang terjadi dalam diri Saulus?

Hati Saulus berkobar-kobar ingin memburu dan bahkan membunuh para pengikut Yesus, bahkan untuk memperjelas dan mempertegas tindakannya sebagai tindakan yang benar maka Saulus mendapatkan surat kuasa dari Imam Besar. Saulus melakukan tindakan pembelaan terhadap agamanya dan mendapat dukungan dari para pemuka agama Yahudi.

Saulus menganggap bahwa orang-orang Kristen harus segera dihentikan karena akan berbahaya kalau Injil sampai menyebar-luas. Kota Damsyik pusat perdagangan yang besar diantara Palestina dan wilayah-wilayah kawasan Laut Tengah. Maka kota Damsyik menjadi kota yang ideal untuk menyebarkan ajaran tertentu. Maka Saulus bertekad untuk menghentikan pengikut Kristus menyebarkan Injil sampai di Damsyik.

Namun apa yang terjadi di luar perkiraan dari Saulus, dekat kota Damsyik tiba-tiba ada cahaya yang memancar dari langit dan mengelilingi dia, serta terdengar suara yang menyapa Saulus. Suara itu mempertanyakan mengapa Saulus menganiaya Dia? dan suara itu mengidentifikasikan dirinya sebagai Yesus yang dianiaya oleh Saulus. Peristiwa perjumpaan Tuhan Yesus dengan Saulus diikuti dengan kondisi kebutaan Saulus, serta Saulus tidak dapat makan dan minum selama 3 hari.

Saulus dari orang yang berkobar-kobar mau menangkap dan membunuh murid-murid Yesus menjadi Saulus yang tidak berdaya dan bahkan tidak bisa melihat apa-apa. Saulus menyadari sekarang dirinya yang “ditangkap” oleh Tuhan Yesus.

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan: apakah perjumpaanku dengan Tuhan Yesus sudah terjadi? Adakah dampaknya dalam kehidupanku?

Tekadku
Ya, Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sudah percaya kepadaMu, namun tidak mengubah kehidupan kami menjadi lebih baik, tolonglah kami supaya menjadi lebih baik.

Tindakanku
Hari ini saya bersemangat untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik lagi, karena kecintaan saya dengan Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*