suplemenGKI.com

KEJADIAN 37:1-11

“SIRIK TANDA TAK MAMPU”

PENGANTAR

Ungkapan sirik tanda tak mampu sering kita dengar saat seseorang merasa ada orang lain yang iri hati terhadapnya. Dengan mengatakan ini orang tersebut menyatakan dirinya lebih dan orang lain tidak mampu melebihi dirinya. Jika kita ada di pihak orang yang menyimpan iri hati, apakah benar memang tidak ada yang mampu kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mengatasi rasa iri?

PEMAHAMAN

  1. Dari ayat-ayat bacaan hari ini (37:1-11), sifat-sifat positif apakah yang Anda lihat ada pada diri Yusuf?  Sifat negatif apa yang ada padanya?
  2. Hal apa saja yang membuat Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya?  Sebutkan paling sedikit tiga hal (ay.2b, ay.3-4, ay.5-8).  Apa yang mereka lakukan terhadap Yusuf? (lihat ayat 4)

Yusuf adalah seorang pemuda yang polos, jujur, dan apa adanya.  Ia sangat dikasihi oleh ayahnya yaitu Yakub, melebihi saudara-saudaranya.Yusuf dihadiahi jubah yang sangat indah dan mahal oleh ayahnya. Hal ini membuat saudara-saudaranya membenci Yusuf. Keadaan menjadi lebih buruk karena Yusuf sering mengadukan perbuatan-perbuatan jahat dari saudara-saudaranya. Sifat polos, jujur dan apa adanya membuat Yusuf kurang memikirkan dan peduli dengan apa yang dirasakan oleh orang lain.  Yusuf bahkan tidak menyadari bahwa saudara-saudaranya sangat membencinya dan sedang menunggu kesempatan untuk berbuat jahat kepadanya.

Hal yang sama tidak jarang juga terjadi pada kita. Kita mudah dikuasai oleh iri hati terhadap orang lain yang diperlakukan lebih terhormat/dihargai daripada kita. Namun di sisi lain sebenarnya kita juga sadar kita tidak/belum mampu melakukan yang lebih baik dibanding orang tersebut. Sehingga akhirnya yang terjadi adalah perubahan sikap kita yang negatif dan menyerang, menjelek-jelekkan orang lain. Kita menjadi tidak mampu berpikir objektif. Pikiran kita selalu penuh dengan prasangka negatif. Apakah sikap ini layak kita pertahankan? Ataukah kita terpanggil untuk mengubah sikap, membenahi diri kita dan berjuang melakukan yang terbaik dalam kapasitas kita untuk melayani Tuhan dan sesama?

REFLEKSI

Apakah saya selama ini memendam rasa iri terhadap keberhasilan orang lain?Iri terhadap perlakuan orang lain kepada sesama rekan kerja/sepelayanan? Maukah saya mengintrospeksi diri saya sendiri dan mulai mengambil langkah untuk membenahi pikiran dan sikap saya terhadap diri sendiri dan orang lain?

TEKAD

Ya Tuhan Yesus, ampuni saya yang selama ini menyimpan iri hati dan menyerang orang tersebut. Ampuni saya yang selama ini tidak menghargai karya Tuhan didalam diriku dan membentukku. Tolong saya untuk membenahi diri dan mengambil langkah positif untuk melakukan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan dan pelayan bagi sesama. Amin

TINDAKAN

Mulai hari ini saya menolak semua pemikiran negatif tentang orang lain dan mulai belajar memandang segala sesuatu dengan obyektif dan bijaksana. Saya akan memperbaiki apa yang masih kurang dalam diri saya dan hidup dalam damai dengan orang lain.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«