suplemenGKI.com
Kepalsuan

Kepalsuan

Amos 5:18-20.

Hari Tuhan Adalah Kebinasaan Bagi Mereka Yang Hidup Dalam Kepalsuan

            Atmosfir dunia akhir-akhir ini sangat menyiksa setiap orang, mulai dari cuaca yang semakin hari semakin panas akibat semakin menipisnya ozon bumi sehingga tidak sanggup lagi menahan terpaan sinar matahari yang panas. Suasana sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan yang semakin hari semakin mirip dengan neraka. Kemajuan tehnologi, perkembangan ekonomi dan meningkatnya daya pikir manusia yang semakin cemerlang bukan justru membuat kehidupan semakin adil, sejahtera, merata dan nyaman melainkan semakin menciptakan kekacauan, egoisme, hedonisme dan praktek manipulasi semarak di mana-mana. Kelompok yang kuat semakin menindas yang lemah, yang berkuasa semakin semena-mena memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri dan memiskinkan yang miskin. Budaya korupsi, manipulasi, nepotisme dan sebagainya yang semua bermuara pada ketidakadilan sudah bukan tindakan yang tabu lagi tetapi sudah merupakan ajang perlombaan. Siapa yang kuat, piawai, lincah dan cepat itu yang dapat dan menang apapun caranya tidak peduli. Walaupun di sisi lain praktek hidup religius secara kasat mata tampak tidak bercacat cela, namun rupanya hanya sandiwara belaka, kepalsuan belaka tidak dibarengi dengan perasaan takut akan Tuhan yang ideal. Itulah kepalsuan.    

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang saudara pahami dari pernyataan Nabi Amos pada ayat 18 bagi dunia ini?
  2. Masih adakah tempat yang aman bagi para pelaku kepalsuan yang melawan perintah Tuhan (19)?
  3. Saatnya kita berefleksi, di manakah posisi kita ketika hari Tuhan itu tiba ?

Renungan:
            Dalam catatan Alkitab, pada bagian inilah pertama kita jumpai di Perjanjian Lama mencatat tentang hari Tuhan. Meskipun demikian tentu umat Israel sudah cukup mengenal tentang hari Tuhan pada zaman itu. Karena sebenarnya pemahaman mereka tentang hari Tuhan adalah suatu hari kelepasan, hari kemenangan dan hari pembebasan, mengingat mereka memang sangat menantikan hari Tuhan tersebut. Keyakinan mereka hari Tuhan adalah saatnya Tuhan menyatakan penyertaanNya, pemeliharaanNya, kasihNya kepada Israel yang adalah umat pilihan Allah. Status sebagai umat pilihan Allah memang suatu kebanggaan bagi mereka, tetapi ternyata kebanggaan itu tidak membuat mereka tampil sebagai bangsa yang menyukakan hati Tuhan, tidak mengajar mereka untuk berlaku adil kepada sesama dan malah membuat mereka hanya suka menuntut, menyalahkan dan merendahkan orang lain yang dianggap bukan pilihan Allah. Kebanggaan yang sarat dengan kesombongan itu telah membuat mereka hidup dalam kepalsuan, kemunafikan dan  keegoisan. Dalam Amos 2:6-16, menunjukan betapa buruknya kehidupan mereka. Umat Israel hidup dalam tiga bahkan empat kesalahan yang sangat menjijikan hati Tuhan (Lih Amos 2:6-16) Akibatnya bagi mereka hari Tuhan bukan lagi kegembiraan melainkan kecelakaan.
            Pernyataan Amos dalam ayat. 19-20 sebenarnya ingin menggambarkan bahwa, ketika hari Tuhan itu tiba sedikitpun, sejengkalpun bahkan setitikpun tidak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk luput dari murka Tuhan. Dengan kata lain, hari Tuhan bagi umat yang tidak menghormati Tuhan, tidak melakukan keadilan, hidup dalam kenajisan (zinah) dan menyembah berhala adalah merupakan hari kebinasaan kekal.
            Saudara, jika hari ini kita adalah orang-orang yang religius secara kasat mata, artinya hidup beragama, beribadah, melayani dan menyembah Tuhan maka biarlah itu kita dibarengi dengan sikap adil, mengasihi, mempedulikan sesama dengan makna yang sesungguhnya. Bukan berdasarkan kebanggaan yang palsu seperti umat Israel dalam penuturan Amos 2:6-16. Sehingga hari Tuhan yang akan tiba bukan merupakan hari kebinasaan, tetapi benar-benar menjadi hari kemenangan, sukacita dan pengharapan bagi kita. Satu kunci yang harus kita lakukan adalah hiduplah dalam ketulusan bukan dalam kepalsuan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*