suplemenGKI.com

ALLAH TIDAK MELUPAKAN

Yesaya 60:1-6

 

Pengantar

Pernahkan saudara dilupakan teman baik atau seseorang yang saudara anggap keluarga?  Bagaimana perasaan saudara pada waktu itu?  Pasti tidak mengenakkan bukan!   Ya, itulah manusia yang mudah melupakan sesamanya.  Bagaimana dengan Allah,   mungkinkah Dia mengabaikan dan melupakan umatNya?  Salah satu kebenaran dalam bacaan hari ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah melupakan umatNya. 

Pemahaman
Ayat 1a, 2a: bagaimana kedua ayat ini menggambarkan keadaan sebenarnya yang sedang dialami umat Allah?

Ayat 1b, 2b:  bagaimana kedua ayat ini menggambarkan tindakan Allah dalam keadaan yang sedang dialami umatNya?

Pengalaman disertai Allah dalam perjalanan menuju Kanaan menjadi sejarah yang membanggakan Israel.  Sejarah besar itu bahkan menjadi cerita wajib  yang diteruskan dari generasi ke generasi.  Namun kebesaran sejarah itu seolah terusik bila  dibandingkan dengan realita umat Allah  yang sedang terserak dan terpecah.  Waktu Yesaya mulai bekerja, Israel sedang berada di ambang kehancuran dan  kerajaan selatan, Yehuda, sedang menuju nasib yang sama. Secara sosial, politis mereka sudah rusak, demikian juga iman percaya mereka.    Dalam keadaan demikian siapapun termasuk kita pasti akan mempertanyakan kebenaran pengalaman iman itu, benarkah itu terjadi?  Kalau benar pengalaman itu ada, pasti Allah sudah melupakan umatNya.  Bukankah kesimpulan semacam ini juga pernah kita katakan kepada Allah saat kita menghadapi keadaan sulit yang  tidak kunjung usai.  Allah tidak melupakan umatNya. Nubuat Deutro-Yesaya ini menunjuk pada peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya memandangnya sebagai tindakan Yahweh, Allah Israel, yang memulihkan kembali kemasyhuran Sion. (Sion menunjuk kepada kota Yerusalem, pusat pemerintahan, pusat ibadah, tempat Tuhan Allah Israel, Yahweh berkenan hadir di tengah-tengah umat-Nya).  Allah tidak melupakan umatNya.

Refleksi
Setiap kita pasti memiliki pengalaman berelasi dengan Allah, baik melalui doa pribadi, perenungan firmanNya maupun ketika menghadapi persoalan.  Bagaimana pengalaman kita bersama Allah?

  • Pada saat apa biasanya anda menganggap Allah melupakan saudara?
  • Benarkah Allah melupakan dan meninggalkan saudara?
  • Pernahkah saudara justru mengalami pertolongan Allah justru di saat saudara menganggap Allah melupakan?

 Tekadku:
Aku mau terus meyakini bahwa tidak ada satu keadaan apapun dalam diriku yang membuat Allah melupakan aku.  Aku mau meyakini bahwa Allah punya waktu dan cara tersendiri menyatakan pertolonganNya dalam hidupku. 

Tindakanku:
Aku tidak akan menyalahkan Allah untuk semua yang terjadi.  Sebaliknya aku mau belajar bersyukur sembari berusaha menemukan apa yang Dia ajarkan kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«