suplemenGKI.com

Amsal 22:6

TANGGUNGJAWAB MENDIDIK

 

PENGANTAR
Kitab Amsal memberi pelajaran bagi setiap pendengar dan pembacanya agar memiliki hidup lebih bijaksana.  Kitab ini berlaku bagi semua orang tanpa pandang usia, jenis kelamin, kedudukan, kekayaan atau kepandaian.  Sepanjang bulan September, merupakan bulan keluarga bagi gereja kita.  Mari belajar dari kitab Amsal ini bagaimana hidup berkeluarga yang Tuhan inginkan, khususnya berkaitan dengan tanggungjawab dalam mendidik orang-orang muda yang Tuhan titipkan bagi kita.  

PEMAHAMAN

  • Ayat 6: Apa makna perintah Tuhan agar mendidik orang muda?
  • Ayat 6: Apa dampak mendidik orang muda pada masa yang akan datang?
  • Apakah tanggungjawab mendidik itu sudah kita kerjakan dalam hidup ini?

Hari ini kita khusus merenungkan “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu”.  Dengan jelas penulis kitab Amsal mengingatkan tentang pentingnya pendidikan bagi orang muda.  Kata ‘didiklah’ dari bahasa ibraninya berarti ‘serahkan’.  Kalimat ‘jalan yang patut baginya’ diterjemahkan dengan ‘jalan yang patut ia tempuh’.  Jadi perintah mendidik ini mengandung makna ketika orangtua atau orang dewasa mendidik orang muda, berarti telah membawa atau menyerahkan orang muda pada jalan yang seharusnyaia tempuh.  Tindakan mendidik adalah tindakan yang membawa orang muda pada jalan yang ‘seharusnya’, jalan kebenaran bagi hidup orang muda.

Amsal ini tepat bagi orang muda sebab ia belum dapat membedakan yang benar dan salah, seperti yang dikatakan ayat 15 “Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya”.  Orang muda harus mendapat didikan dan mau dididik.  Didikan itu perlu dilakukan sedini mungkin, agar orang-orang muda dapat diarahkan pada jalan yang benar.  Apa dampaknya?  Ay.6b “maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu”.  Ayat ini menunjukkan dengan jelas hasil dari didikan bagi orang muda bahwa bekal kebenaran di masa muda mempersiapkan mereka menempuh jalan kebenaran di masa tuanya, sehingga mereka tidak menyimpang dari kebenaran itu.  Sebab, apa yang dipelajari seorang anak akan melekat padanya sampai masa tua.

Pertanyaannya bagi kita adalah sudahkah kita melaksanakan tanggungjawab mendidik ini bagi orang muda?  Apa yang telah kita ajarkan pada anak-anak atau orang muda?  Kebenarankah?  Jalan yang patut baginya?  Atau ‘kemudahan, kenikmatan’ yang mengabaikan kebenaran?  Ingatlah, semua yang kita ajarkan berdampak dalam hidup orang muda.  Tragisnya adalah berdampak sampai masa tua.  Oleh sebab itu, didiklah generasi muda dalam jalan kebenaran, karena perjalanan sejarah bangsa (keluarga) di masa depan terletak di pundak mereka.

REFLEKSI
Mari berdiam diri sejenak dalam keheningan diri!  Coba ingat orang-orang muda yang ada di tengah-tengah keluarga kita.  Sudahkah kita membawa atau menyerahkan mereka pada ‘jalan yang patut baginya’ melalui teladan hidup kita?

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku mampu sebagai ‘pendidik’ melalui sikap dan tindakanku sehingga orang-orang muda yang Tuhan titipkan dalam hidupku berjalan dalam kebenaran sampai masa tuanya.

TINDAKANKU
Aku mau Tuhan pakai sebagai pendidik bagi ……… (sebutkan orang-orang muda yang Tuhan titipkan dalam anggota keluarga kita)  sehingga mereka mengerti jalan kebenaran yang Tuhan kehendaki.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*