suplemenGKI.com

Pada umumnya para penafsir berpendapat bahwa antara Yesaya pasal 34 dan 35 mempunyai hubungan yang erat karena pasca pembuangan di Negara asing, umat Israel mengalami banyak ketegangan dengan bangsa- bangsa di sekitarnya. Hubungan tersebut terlihat melalui pembalasan Allah terhadap bangsa-bangsa yang telah menindas Israel semasa pembuangan. Bahkan diakhir pasal 34 Allah merencanakan akan membagikan wilayah bangsa-bangsa di sekitar Israel masing-masing bersadarkan ukuran yang telah ditentukan-Nya sebagai tindakkan penyelamatan atau pemulihan Israel pasca pembuangan. Pasal 35 merupakan wujud konkrit rencana Allah kepada bangsa Israel.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apa yang terjadi atas umat Israel sehingga ada diantara mereka diliputi tawar hati dan rasa takut?(ayat 4)

2.      Suasana apa yang ingin ditunjukkan melalui pernyataan “mata yang buta dicelikkan, telinga yang tuli dibukakan, yang lumpuh melompat seperti rusa dan mulut yang bisu akan bersorak-sorai? (5-6b)

3.      Suasana apa pula yang ingin ditunjukkan melalui pernyataan “mata air memancar, sungai di padang belantara, tanah pasir menjadi kolam, tanah gersang menjadi sumber –sumber air dan tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan? (6c-7)

 

Renungan:

Pengalaman bangsa Israel selama bertahun-tahun di pembuangan memang telah menoreh luka yang amat dalam. Walaupun yang menyebabkan mereka harus mengalami itu semua adalah karena kesalahan mereka sendiri, yaitu karena mereka tidak taat dan meninggalkan Tuhan (2Raja15:27-29, Yes 5:11-13) Akibatnya mereka dibuang ke negeri asing dan di sana mereka mengalami penindasan, penganiayaan, kelaparan dan tekanan baik dari segi pisik maupun rohani. Kondisi demikian membekas dan tidak mudah dilupakan walaupun saat ini (pasal 35) sebetulnya mereka sudah kembali ke negeri mereka sendiri,tetapi sebagian besar di antara mereka tetap masih diliputi rasa tawar hati dan rasa takut yang telah menjadi sindrum trauma  dalam hidup mereka. Sumber penghiburan dan pengharapan bagi mereka yang demikian adalah Allah sendiri yang menyatakan akan datang untuk menyelamatkan dan memulihkan mereka (4)

Bukan hanya menyelamatkan dan memulihkan mereka dari segi rohani dan batin,tetapi Allah juga akan menyatakan pembebasan bagi mereka. Kalau selama di pembuangan mereka tidak bisa melihat kemuliaan Allah yang menaungi dan mengasihi mereka, tidak bisa mendengar firman Allah yang menghibur dan menguatkan bahkan tidak bisa mengungkapkan sukacita untuk memuji dan memuliakan Allah karena mereka berada di bawah penindasan dan tekanan bangsa asing maka ketika mereka telah kembali ke negeri  sendiri mereka akan mengalami kembali kesukacitaan itu untuk bersorak-sorai bagi Allah (5-6b)

Ayat 6c-7 menggambarkan bahwa pemulihan Allah itu juga menyentuh bidang yang berhubungan dengan kebutuhan dan kemakmuran umatNya secara fisik. Selama di pembuangan mereka kelaparan, kehausan dan kekurangan dalam segala sesuatu dengan kata lain tidak terpelihara dengan baik, tetapi kini ketika Allah memulihkan mereka maka keadaannya akan menjadi lebih baik. Itulah wujut kasih Allah kepada umatNya.

Saudara, terkadang kita tidak menyadari bahwa penderitaan, kesulitan dan tekanan yang kita alamipun seringkali karena kesalahan kita sendiri. Kita terkadang ketika sudah merasa kuat dan mampu kita segera melupakan dan meninggalkan Tuhan. Maka jangan heran jika kita menjadi takut dan tawar hati. Tetapi puji Tuhan bahwa kasihNya kepada umatNya tidak selamanya menjauh sekalipun kita suka menjauh dari padaNya, Dia tetap peduli dan mau memulihkan keadaan kita. Sekarang saatnya kita kembali kepadaNya untuk menikmati sukacita dan kedamaian bersama Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Sinar Harahap says:

    Mohon khotbahnya di bagi dengan kami pak
    supaya boleh kami pakai untuk referensi dalam menambah ilmu dan pengetahuan mengenai Firman Allah

    Terimakasih – Tuhan Memberkati

    Salam
    Sinar Harahap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»