suplemenGKI.com

Bacaan : Mikha 3 : 5 – 7

Tema : Akibat menyalahgunakan Otoritas

 

PENGANTAR
Para nabi Israel adalah penyambung lidah Allah untuk menyampaikan isi hati Allah, Rencana-Nya, Janji-Nya, berkat-Nya, teguran-Nya kepada umat Israel agar umat menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun apa jadinya jikalau para nabi yang memiliki penyambung lidah Allah justru menyalahgunakan otoritas tersebut demi kepentingan diri sendiri. Renungan hari ini akan membimbing kita untuk memahaminya.

PEMAHAMAN.

  1. Apa yang dilakukan para nabi Israel ( nabi palsu ) kepada umat Allah ? ( ayat 5 )
  2. Bagaimana respon dari nabi Mikha terhadap nabi-nabi palsu ? ( ayat 5 )
  3. Ganjaran apa yang akan diterima oleh para nabi palsu ? ( ayat 6-7 )
  4. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari bacaan/renungan kita hari ini ?

Para nabi Israel ( nabi palsu ) telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Allah kepada mereka untuk menyampaikan firman Allah. Mereka tidak menyampaikan Firman Allah tetapi justru menyesatkan umat dengan menjual kewenangan mereka dengan suap. Isi nubuat mereka dapat diatur sesuai dengan uang suap yang mereka terima. Istilah yang dipakai di ayat 5 adalah “apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang”.

Melihat kenyataan seperti itu nabi Mikha tidak tinggal diam. Nabi Mikha merespon dengan suara keras, “Beginilah Firman Tuhan kepada para nabi yang menyesatkan bangsaku”, Matahari akan terbenam bagi para nabi itu dan hari akan menjadi hitam suram bagi mereka”. Bagaimana rasanya orang hidup tidak ada sinar matahari ? yang ada hanyalah kegelapan dan kegelapan adalah lambang dari kematian atau kebinasaan. Hal ini berarti bahwa para nabi palsu akan mengalami kehancuran akibat mereka telah menyesatkan umat Israel.

Jangan sampai ada dari kita yang menyalahgunakan otoritas Allah yang dipercayakan kepada kita. Tetapi marilah kita menjadi penyambung lidah Allah atau penyambung tangan Allah kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan kebenaran.  Marilah kita lakukan dengan tanpa pamrih.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak untuk merenungkan :
-  Tahukah saudara, bahwa saudara adalah kepanjangan tangan Allah untuk melakukan pekerjaan baik ?
-  Apakah saudara telah melakukannya dengan tanpa pamrih ?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya agar saya dapat menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam melakukan kebaikan.

TINDAKANKU
Saya harus menjadi kepanjangan tangan Tuhan tanpa pamrih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*