suplemenGKI.com

1 Tesalonika 1:1-10

KARYA ROH KUDUS DALAM TUBUH KRISTUS

PENGANTAR
Kedatangan Paulus di Tesalonika dicatat dalam Kisah Para Rasul 17:1-10.  Di sana Paulus memberitakan Injil dan tinggal selama sekitar tiga minggu (Kis 17:2).  Meski relatif singkat, namun Paulus mendapatkan kesuksesan yang luar biasa. Keberhasilan ini sangat penting karena Tesalonika adalah kota yang sangat strategis pada masa itu.  Bagi Paulus, keberhasilan pemberitaan Injil di Tesalonika merupakan bukti bahwa pemberitaan Injil ke seluruh dunia bukanlah sesuatu yang mustahil.

PEMAHAMAN

  • Ayat 2-3.    Ada tiga hal penting yang diingat Paulus mengenai jemaat Tesalonika.  Hal apa sajakah itu?
  • Ayat 4-7.    Paulus menunjukkan adanya karya Roh Kudus yang membuktikan bahwa jemaat Tesalonika adalah orang-orang yang dipilih Allah.  Dalam hal apa sajakah Roh Kudus bekerja di antara mereka?  Apa dampaknya bagi kualitas hidup jemaat?
  • Ayat 8-10. Menurut Anda, apakah jemaat Tesalonika juga berperan dalam pemberitaan Injil pada masa itu?  Dalam hal apa mereka berperan?

Tiga hal yang senantiasa diingat Paulus mengenai jemaat Tesalonika adalah: iman, kasih dan pengharapan mereka.  Jemaat Tesalonika selalu mengerjakan pertumbuhan iman mereka.  Jemaat Tesalonika juga melakukan pelayanan kasih dengan baik.  Mereka juga sanggup menghadapi kesulitan dan tantangan dengan tekun karena mereka memiliki pengharapan kepada Kristus.  Paulus selalu berdoa agar tiga hal ini selalu bertumbuh di dalam jemaat Tesalonika.

Paulus dengan jelas melihat campur tangan kuasa Roh Kudus dalam pemberitaan Injil di Tesalonika.  Roh Kudus yang menyuruh Paulus menyeberang ke daerah Makedonia (Kis 16:4 dst) hingga Paulus tiba di Tesalonika.  Pekabaran Injil di Tesalonika pun menghadapi tantangan berat dari orang-orang Yahudi (Kis 17:5, mereka menggunakan kekerasan dengan melibatkan preman-preman pasar), namun Roh Kudus bekerja di dalam hati orang-orang yang mendengarkan Injil sehingga mereka ”dengan mudah” bersedia menerima Kristus.  Pekerjaan Roh Kudus itulah yang memungkinkan jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar mereka.

Jemaat Tesalonika memang tidak secara langsung mengutus orang-orang untuk memberitakan Injil, namun mereka terlibat dalam pemberitaan Injil dengan keteladan mereka.  Sikap mereka terhadap Injil yang diberitakan, pertobatan mereka, serta ketekunan mereka menghadapi kesulitan adalah bentuk-bentuk kesaksian yang menarik orang-orang di sekitarnya kepada Injil.  Tidakkah Anda merindukan hal yang sama terjadi pada gereja kita?  Jika demikian, mulailah dari diri Anda sendiri.

REFLEKSI
Gereja yang hidup ditandai oleh adanya karya Roh Kudus yang menumbuhkan iman, kasih, dan pengharapan, dan yang mengobarkan semangat untuk memberitakan Injil.

TEKADKU
Tuhan, bangkitkanlah semangatku untuk mengambil bagian dalam pemberitaan Injil di gerejaku.

TINDAKANKU
Selama seminggu ini aku akan berdoa bagi berbagai bentuk pemberitaan Injil yang dilakukan di gerejaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*