suplemenGKI.com

Senin, 30 Mei 2016

29/05/2016

TUHAN SUMBER PENGHARAPAN

1 Raja-raja 17 : 17 – 24   

 

Pengantar
Pernahkah saudara berpikir bahwa tanda positif (+) itu terdiri dari sebuah garis vertikal yang tegak melintasi sebuah garis lurus horisontal. Mungkin kita biasa melihatnya, tapi tidak selalu berpikr bahwa kehidupan bersama TUHAN (relasi vertikal) akan membuat hal yang negatif (tampak horisontal saja) menjadi positif. Dengan kerangka berpikir itu marilah kita memperhatikan apa yang dipesankan dalam 1 Raja-raja 17 : 17 – 24. 

Pemahaman
Ayat 17 – 18 : Bagaimana pemahaman dan sikap perempuan pemilik rumah ketika anaknya sakit keras dan kemudian meninggal?

Ayat 19 – 22 :  Apa sikap dan tindakan Elia ketika berhadapan dengan situasi tersebut? Dan bagaimana hasilnya?

Ayat 23 – 24 :  Bagaimana sikap perempuan pemilik rumah itu melihat tindakan Elia dan karya TUHAN ?

Saat menghadapi kenyataan yang buruk ( ) , yaitu kematian anaknya, perempuan pemilik rumah itu mempertanyakan maksud kedatangan Elia. Dia menyadari akan kemahatahuan TUHAN dan kekuasaan-NYA, juga dalam menilai kehidupannya. Perempuan pemilik rumah ini memiliki pemahaman dan sikap yang sama dengan orang di jamannya, bahwa sebuah hal buruk terjadi akibat kesalahan atau dosa di waktu sebelumnya.

Elia menanggapi pemahaman dan sikap perempuan pemilik rumah tersebut dengan membawa situasi pergumulan itu ke hadapan TUHAN. Lihatlah! Secara manusia, Elia berterima kasih atas pertolongan perempuan tersebut bagi dirinya. Dan secara iman, Elia meyakini kebaikan dan kemahakuasaan TUHAN sehingga memohon (berharap) pertolongan TUHAN untuk menghidupkan anak dari perempuan tersebut.

Sikap dan tindakan Elia yang didasari iman kepada TUHAN mengembalikan nyawa anak dari perempuan pemilik rumah. Anak itu telah hidup kembali. Dan karya TUHAN ini memperteguh keyakinan perempuan pemilik rumah tersebut akan kehadiran Elia sebagai abdi ALLAH, dan firman ALLAH yang diucapkan Elia adalah benar.

Dari pembacaan Alkitab ini, kita dapat melihat perbedaan sikap dan tindakan seseorang, walau sama-sama meyakini kemahatahuan dan kemahakuasaan TUHAN. Ada yang dapat tetap berpikir secara positif, tapi ada yang lebih cepat berpikir negatif. Dan bahwa melalui sebuah peristiwa, iman dikuatkan dan TUHAN dimuliakan.

Refleksi
Dalam ketenangan hati dan pikiran, marilah kita memeriksa diri: “Bagaimanakah sikap dan tindakan saudara, jika menghadapi sebuah peristiwa buruk atau kesulitan dalam hidup ini?”

Tekad
Ya TUHAN, ajarlah daku untuk tetap menyandarkan hidup pada kemahatahuan dan kemahakuasaan-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan semakin berpikir positif (optimis/berpengharapan) dalam hidup ini, karena ada TUHAN yang mahatahu dan mahakuasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«