suplemenGKI.com

Senin, 30 Maret 2020

29/03/2020

MUJIZAT DI TROAS

Kisah Para Rasul 20:7-12

 

Pengantar
Pernahkah saudara mengantuk dan tertidur saat ibadah? Mengapa saudara bisa tertidur? Mungkin dengan jujur kita menjawab pernah dengan beberapa alasan, misalnya: karena kondisi fisik lemah, lelah karena banyak pekerjaan, kurang tidur, khotbah monoton/membosankan dsb. Renungan kita hari ini akan mengajarkan kepada kita, bagaimanakah seharusnya sikap kita ketika kita mendengarkan firman Tuhan? 

Pemahaman

  • Ayat 7-8         : Dimanakah Paulus pada waktu itu? Apakah yang ia lakukan di sana?
  • Ayat 9-10       : Apakah yang terjadi pada Eutikhus? Apakah yang dilakukan oleh Paulus?
  • Ayat 11-12    : Mengapa Paulus masih melanjutkan pembicaraannya? Bagaimana respon orang banyak setelah peristiwa itu?

Setelah melakukan pelayanan di Efesus dan Makedonia, Paulus melanjutkan pelayanannya ke Troas. Paulus tinggal di Troas selama 7 hari. Pada hari pertama minggu itu Paulus berkumpul bersama dengan orang-orang percaya disana. Mereka berkumpul untuk memecah-mecahkan roti dan Paulus berbicara kepada mereka. Karena bermaksud ingin berangkat keesokan harinya, maka pembicaraan Paulus berlangsung sampai tengah malam, dengan tujuan supaya ia dapat mengajar banyak hal kepada mereka sebelum ia meninggalkan mereka.

Pada waktu itu mereka berkumpul di sebuah rumah, di ruang atas dan menyalakan banyak lampu/pelita, sehingga membuat ruangan itu panas dan mungkin juga berasap. Ada seorang muda yang bernama Eutikhus yang juga mendengarkan pengajaran Paulus pada waktu itu, ia duduk di jendela. “Seorang muda” menunjukkan seorang laki-laki pada usia atau kondisi fisik yang baik dalam masa hidupnya. Karena Paulus amat lama berbicara (Yun: dialegomai yang artinya to discuss, to argue mendiskusikan, memperdebatkan) Eutikhus tidak dapat menahan kantuknya. Ada beberapa kemungkinan yang bisa membuat dia mengantuk: mungkin dia kurang memperhatikan pengajaran Paulus pada waktu itu, mungkin dia lelah. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Dan ketika ia diangkat orang ia sudah mati.

Peristiwa ini pasti sangat menggemparkan orang-orang pada waktu itu. Melihat kejadian itu, Paulus segera turun ke bawah dan ia merebahkan diri ke atas orang muda itu dan mendekapnya, serta dengan penuh iman ia berkata,”Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Paulus telah membangkitkan Eutikhus. Setelah itu Paulus kembali ke ruang atas untuk memecah-mecahkan roti lalu makan, dan ia masih melanjutkan pembicaraanya sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. Sementara itu, ada diantara mereka yang mengantarkan orang muda itu pulang ke rumah. Mereka semua merasa sangat terhibur. Mujizat Allah yang dinyatakan melalui Paulus, bertujuan supaya jemaat di Troas semakin dikuatkan dan semangat dalam mengikut Tuhan serta dalam belajar dan mendalami firman Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana semangat atau kerinduan kita selama ini terhadap Firman Tuhan? Marilah kita dengan penuh kerinduan dan semangat ketika belajar firman-Nya, mempersiapkan diri dan fisik supaya tidak mengantuk saat beribadah atau saat membaca firman Tuhan.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa selalu memiliki semangat dalam dalam belajar firman-Nya, sehingga ketika ada kesempatan untuk belajar Firman saya bisa konsentrasi dan mengerti kehendak-Mu

Tindakanku
Mulai sekarang saya akan mempersiapkan diri (fisik, waktu, pikiran) ketika hendak beribadah ataupun membaca firman secara pribadi, sehingga saya tidak mengantuk dan bisa berkonsentrasi untuk bisa mengerti kehendak Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«