suplemenGKI.com

Senin, 30 Juni 2014

29/06/2014
Kejadian 24:34-38
Gereja: Komunitas Pribadi yang Bersaksi
Pengantar
Sebagian orang Kristen berkata bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk bersaksi. Hari ini kita akan melihat satu pribadi yang bersaksi di dalam kehidupannya. Kita akan merenungkan apa saja yang telah ia lakukan sehingga dia disebut pribadi yang bersaksi.
Pemahaman
-   Siapakah yang dimaksud dengan “ia” di dalam ayat 34?
-   Dalam hal apakah Abraham menjadi pribadi yang bersaksi?
Bila kita membaca kisah ini secara keseluruhan mulai dari awal, maka kita akan tahu bahwa yang dimaksud dengan “ia” di sini adalah Eliezer. Di dalam kitab Kejadian 15:2 dijelaskan bahwa Eliezer berasal dari Damsyik dan Eliezer lah yang akan mewarisi harta Abraham bila Abraham meninggal dengan tidak memiliki anak. Jadi, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa Eliezer adalah orang kepercayaan Abraham. Nampaknya karena itu pulalah maka ia dipercaya Abraham untuk tugas penting ini, yaitu mencarikan istri bagi Ishak. Dalam konteks proses mengemban tugas tersebut, adalah menarik cara Eliezer memperkenalkan siapa jati dirinya. Sebab Eliezer sesungguhnya bukan sedang memperkenalkan dirinya, melainkan memperkenalkan siapa tuannya. Menjadi menarik karena yang diperkenalkan bukanlah sekadar biodata, melainkan iman Abraham. Paling sedikit ada 3 (tiga) hal di mana iman Abraham nampak dalam penjelasan Eliezer tentang Abraham.
Pertama, dalam hal harta. Dijelaskan bahwa Abraham telah menjadi sangat kaya. Kekayaan itu diyakini Abraham merupakan berkat Tuhan. Keyakinan itu sepertinya telah seringkali diperbincangkan, sehingga Eliezer juga dapat mengatakan “Tuhan sangat memberkati tuanku”.
Kedua, dalam hal keturunan. Bukan hanya kekayaannya saja yang dipandang Abraham sebagai berkat Tuhan, tetapi juga anaknya. Eliezer menjelaskan bahwa Sara telah melahirkan anak laki-laki pada masa tuanya. Penjelasan Eliezer ini tentulah merujuk kepada masa di mana Sara telah mati haid, yang berarti secara manusia juga sudah tiada harapan. Kondisi inilah yang semakin mempertegas bahwa kelahiran Ishak merupakan berkat Tuhan.
Ketiga, dalam hal pasangan. Selain harta dan keturunan, kesaksian iman Abraham juga nampak melalui tindakannya yang mengutus Eliezer untuk mencari calon menantunya. Abraham dengan tegas melarang Eliezer untuk mencari perempuan Kanaan, sekaligus juga memerintahkan Eliezer untuk mencari perempuan dari kaum keluarganya sendiri. Abraham paham bagaimana harus menjaga keturunannya. Karena itu ia tidak mengijinkan darah Kanaan masuk di dalam kehidupan generasi sesudahnya.
Refleksi
Sebagai pribadi yang bersaksi, Abraham memiliki sikap hidup: memandang dan menjalani kehidupan bersama Tuhan. Pengalaman hidupnya bersama Tuhan itu dapat dibaca oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Bagaimana dengan sikap hidup kita? Sudahkah kita membangun Gereja sebagai komunitas pribadi yang bersaksi, seperti Abraham?
Tekad
Doa: Tuhan Yesus, ajarlah saya untuk memandang dan menjalani kehidupan ini bersama-Mu. Amin.
Tindakan
Sebagai langkah awal menjadi pribadi yang bersaksi, mari kita memulai hari-hari dalam seminggu ini dengan menyanyikan lagu “Brikanku Hati S’perti Hati-Mu”
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«