suplemenGKI.com

Ritual Tanpa Realitas Ibarat Lampu Tanpa Cahaya

Yesaya 58:1-8

Pengantar

Ketika kita membeli dan memasang lampu tentu kita berharap cahaya terang akan memancar darinya ketika lampu itu dialiri listrik. Jika ternyata tidak ada cahaya yang kunjung memancar dari lampu tersebut sekalipun sudah dialiri listrik, maka tentu kita akan mengatakan lampu itu tak ada gunanya. Jika lampu yang “mati” itu sangat bagus, paling-paling kita masih menyimpannya sebagai lampu hias atau lampu antik. Begitu pula dengan ritual keagamaan tanpa disertai tindakan iman (realitas) maka semua ritual itu menjadi sia-sia karena tak mampu memancarkan terang bagi dunia.

Pemahaman

Ayat 1      :  Apa tujuan Tuhan memerintahkan Nabi Yesaya untuk berseru kuat-kuat dan menyaringkan suaranya?

Ayat 2-3  :  Apa yang telah dilakukan oleh bangsa keturunan Yakub? Mengapa mereka protes kepada Tuhan?

Ayat 4-7  :  Apa penjelasan Tuhan tentang ritual mereka?

Ayat 8      :  Apa yang terjadi ketika ritual mereka disertai dengan perbuatan nyata yang Tuhan inginkan?

Bangsa keturunan Yakub pada saat itu sedang berada dalam sebuah pengasingan di Babilonia. Tentu mereka berharap dapat pulang kembali ke tanah asal dan mengalami pemulihan. Kepada merekalah Tuhan memerintahkan Nabi Yesaya untuk mengingatkan dengan keras, bahwa semua usaha mereka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui berbagai ritual, termasuk berpuasa, tidak berkenan di hadapanNya. Mengapa? Karena sekalipun mereka berpuasa, mereka tetap menindas hak para pekerja, berbantah, berkelahi, bertindak semena-mena. Ritual keagamaan yang mereka lakukan tidak disertai realitas dalam bentuk perbuatan iman dan buah ketaatan akan Firman Tuhan. Untuk itu Tuhan mengingatkan mereka, bahwa hanya jika mereka peduli kepada sesama dan rela berbagi, maka terang mereka akan merekah dan keadaan mereka akan dipulihkan.

Refleksi

Apakah semua upayaku mendekatkan diri kepada Tuhan disertai dengan perbuatan-perbuatan nyata berlandaskan kasih, kepedulian, dan kerelaan berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang tertindas?

Tekad

Belajar untuk memancarkan terang Tuhan melalui ibadah dan pelayananku.

Tindakan

Berdoa dan melakukan karya pelayanan nyata yang Tuhan kehendaki sebagai bagian yang utuh dari ibadahku kepadaNya agar terang Tuhan terpancar melalui diriku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«