suplemenGKI.com
Gods Promises

Gods Promises

“JANJI-NYA TERUJI”
Yesaya 40:1-11

Bagi sebagian orang, penghiburan mungkin hanya terkait dengan kematian. Hal ini tidak salah sepenuhnya, karena orang yang salah satu anggota keluarganya meninggal pada umumnya memang membutuhkan penghiburan. Oleh sebab itu juga ada kebaktian penghiburan. Namun orang yang hidup pun butuh penghiburan. Karena itu mari kita renungkan bersama kitab Yesaya 40:1-11 ini.
-    Pernahkah Saudara membutuhkan penghiburan? Bagaimana perasaan
Saudara ketika mendapatkan penghiburan?
-    Mengapa bacaan kita hari ini dibuka dengan sebuah seruan,
“Hiburkanlah, hiburkanlah…”? Siapakah yang butuh dihibur?
Mengapa mereka membutuhkan penghiburan?
-    Penghiburan seperti apakah yang tergambar dalam bacaan kita hari ini?
apakah penghiburan itu juga dapat menjadi penghiburan Saudara secara
pribadi? Mengapa?

Renungan
Bangsa Israel pada waktu itu hidup di Babel sebagai tawanan. Dalam keadaan yang demikian, adalah suatu hal yang wajar kalau hati mereka menjadi sedih. Bukan hanya sedih sebagai tawanan perang, tapi juga karena mereka seakan tidak memiliki harapan untuk dapat kembali ke negeri asal. Untuk dapat “pulang kampung”, mereka harus menempuh jarak ratusan kilometer. Berjalan sejauh itu tentu membutuhkan perbekalan yang besar, serta keamanan yang menjamin perjalanan mereka lancar. Hal ini bukanlah urusan gampang mengingat status mereka sebagai tawanan. Perekonomian tawanan tentu tidaklah kuat. Demikian pula kemampuan mereka untuk mempertahankan diri. Terkait dengan pertahanan diri, muncullah hambatan yang lebih besar untuk kembali ke tanah perjanjian. Ya, mereka harus berhadapan dengan para prajurit kerajaan Babel yang tengah menawan mereka. ini hambatan yang lebih besar lagi. Sebab melawan para prajurit Babel dalam posisi sebagai negara merdeka yang memiliki prajurit-prajurit terlatih saja mereka kalah, apalagi ketika mereka sekarang hanya menjadi tawanan, yang praktis tidak pernah berlatih perang. Akan tetapi, justru dalam situasi yang seakan patah arang ini, Tuhan datang dan berfirman, “Hiburkanlah, hiburkanlah…”
Sapaan Tuhan ini memang seharusnya menjadi penghiburan bagi bangsa Israel, yang memang sedang menantikan pembebasan dari Tuhan. Firman Tuhan ini merupakan bukti bahwa mereka tidak ditinggalkan sendirian. Tuhan pasti akan melawat mereka. oleh sebab itu Tuhan juga meminta bangsa Israel untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya (ay. 3-5). Menurut Derek Kidner, padang gurun di sini penting dalam dua segi, baik selaku contoh dari rintangan-rintangan yang seluruhnya harus diatasi oleh perjalanan kerajaan, maupun selaku peringatan tentang keluaran yang pertama. Dalam Hosea 2:13 Tuhan memakai padang gurun yang keras itu sebagai tempat pertobatan dan pembaharuan.
Kepastian akan lawatan Allah kepada umatNya yang sedang bergumul itu dapat dijamin, karena firman Allah takkan pernah lekang oleh panas atau lapuk oleh air hujan. Apa yang difirmankan Allah pasti akan digenapi. Firman-Nya itu kekal (ay. 8). Oleh sebab itu seharusnya hal ini mengajar bangsa Israel, termasuk juga setiap orang yang percaya kepada Kristus untuk tidak lelah dalam menantikan penggenapan janji Allah tersebut.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«