suplemenGKI.com

Senin, 30 April 2018

29/04/2018

ROH KUDUS, ROH YANG MEMPERSATUKAN

Kisah Para Rasul 10:34-48

 

Pengantar
Kisah Para Rasul 10:34-48 merupakan paruh kedua dari kisah perjumpaan Petrus dengan Kornelius yang telah dikisahkan sejak (ayat 1). Kornelius adalah seorang perwira yang saleh dari barisan pasukan yang disebut sebagai Pasukan Italia. Ia turut memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi. Model kepemimpinan Kornelius yang kuat nampak terpancar dari kepatuhan orang-orang yang selalu bersama dengan dia (ayat 7). Kornelius mendapat penglihatan Allah mengutus Petrus dengan cara yang luar biasa. Ia dipersiapkan terlebih dahulu melalui penglihatan yang menyuruhnya untuk mengirim beberapa orang ke Yope ( ayat 2-8). Namun, sebelum utusan Kornelius tiba di Yope, Tuhan juga mempersiapkan Petrus dalam penglihatan ( ayat 10-18 ). Hingga akhirnya ketika ia berjumpa dengan mereka (ayat 19-23a). Petrus mengerti makna penglihatan tersebut dan keesokan harinya ia berangkat menuju Kaisarea untuk berjumpa dengan Kornelius (ayat 23b-24). Kemudian ia berjumpa dengan Kornelius dan bercakap-cakap dengannya (ayat 25-33).

Pemahaman

  • Ayat 34-35,43: Apa yang Petrus dapatkan melalui pengalaman perjumpaannya dengan Kornelius?
  • Ayat 44-46    : Apa yang terjadi ketika Petrus sedang menyampaikan berita Injil? Apa hasil dari karya Roh Kudus atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan Injil yang disampaikan oleh Petrus?

Melalui pengalaman perjumpaannya dengan Kornelius, Petrus belajar membangun dasar iman yang baru bahwa melalui Tuhan Yesus Kristus, Allah menghendaki: (1) setiap orang percaya tidak membeda-bedakan orang (ayat 34) sehingga tidak sepatutnya para murid Kristus menyebut orang najis atau tidak tahir, (2) setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran maka berkenan kepada-Nya (ayat 35), (3) setiap orang yang percaya kepada Kristus beroleh pengampunan dosa dan diselamatkan.  Ketika Petrus menyampaikan berita Injil kepada Kornelius dan orang lain, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu (ayat 44). Semua orang percaya yang menyertai Petrus dari golongan bersunat (Yahudi) tercengang-cengang karena melihat Roh Kudus juga turun ke atas bangsa-bangsa lain (ayat 45). Karya Roh Kudus menunjukkan, baik kepada Petrus maupun Kornelius bahwa kasih Allah untuk menyelamatkan manusia bukan saja diberikan hanya kepada umat Yahudi, melainkan juga kepada semua bangsa. Baik orang Yahudi maupun non-Yahudi adalah satu kesatuan umat pilihan Tuhan. Kornelius dan semua orang asing yang “senasib” dalam hal suku bangsa, mereka bukan lagi warga yang terpinggirkan. Kornelius dan semua orang yang percaya pada Kristus, oleh buah karya Roh Kudus, adalah warga Kerajaan Sorga. Hasil dari karya Roh Kudus itu, semua orang dipersatukan untuk memuliakan Allah dengan penuh sukacita (ayat 46).

Refleksi
Berita Injil diberitakan pada semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang orang tersebut. Apakah kita sudah memiliki hati untuk melakukannya? Roh Kudus akan terus berkarya untuk mempersatukan semua orang dari berbagai golongan agar mereka menerima anugerah keselamatan cuma-cuma dari Kristus.

Tekadku
Tuhan, dengan kerendahan hati aku mau belajar untuk memberitakan Injil-Mu kepada orang lain. Mampukan agar melalui kesaksian hidupku, dapat membawa jiwa-jiwa untuk datang kepada-Mu.

Tindakanku
Aku akan meluangkan waktu untuk membagikan kasih dan kebaikan Tuhan kepada salah seorang saudara atau tetanggaku yang belum mengenal dan percaya Tuhan Yesus

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»