suplemenGKI.com

Senin, 30 April 2012

29/04/2012
Obey

Obey

Kisah Para Rasul 8:26-30b

 

HARGA SEBUAH KETAATAN

Dinamakan Kisah Para Rasul karena isinya menceritakan pergumulan para rasul ketika melayani jemaat perdana, maupun ketika mereka melakukan penginjilan di luar Yerusalem.  Filipus adalah salah satu dari para Rasul yang dalam ketaatannya diutus untuk pergi ke suatu tempat yang ia tidak tahu.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa yang diperintahkan malaikat Tuhan kepada Filipus?  (ayat 26)
  2. Kemanakah Filipus diutus untuk pergi?  (ayat 26)
  3. Bagaimanakah respons Filipus atas perintah tersebut?  (ayat 27a)
  4. Apa yang Filipus temui dalam perjalanannya?  (ayat 27b)
  5. Apa yang kemudian Filipus lakukan berikutnya?  (ayat 30)
  6. Apakah yang kita pelajari dari ketaatan Filipus ini? 

RENUNGAN

Umumnya ketika seseorang hendak pergi, ia pasti sudah punya tujuan yang jelas dan detail kemana serta apa yang akan dilakukan.  Sebab bila tidak, kepergiannya akan sia-sia saja.  Selain karena menghabiskan waktu untuk mencari-cari tempat yang dari awal memang tidak pernah ditentukan;  juga karena akan menguras tenaga dan pikiran karena harus pergi tetapi tidak punya tujuan yang pasti. Itu sebabnya, seseorang yang akan pergi terlebih dulu akan menentukan kemana dan apa yang akan dilakukan di sana. 

Situasi yang “tidak pasti” juga sedang dihadapi Filipus.  Setelah pelayanan di banyak desa di daerah Samaria (8:5-8), Filipus mendapat pengutusan dari malaikat Tuhan (26).  Persoalannya, sang malaikat hanya mengatakan arah, “berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem” (26), tanpa memberikan petunjuk yang jelas dan pasti.  Secara manusiawi, siapapun pasti akan menolak bila disuruh pergi tanpa tahu alamat yang dituju dengan pasti;  tetapi tidak bagi Filipus.  Ia tetap pergi meskipun hanya berbekal informasi yang terbatas mengenai tempat yang dimaksud.  Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Filipus mengenai harga sebuah ketaatan dalam hidup beriman. 

Pertama, harga sebuah ketaatan adalah sikap yang bersedia meyakini  bahwa selalu ada rencana dan perlindungan Tuhan dibalik pengutusan.  Bagi Filipus, ketaatan bukan soal nama baik atau sok jagoan, tetapi  mengenai keyakinan bahwa ada Tuhan dibalik pengutusan.  Maka tidak ada jalan lain, selain taat kepada panggilanNya.  Kedua, harga sebuah ketaatan adalah kesediaan untuk melakukan yang terbaik buat Tuhan, bukan terbaik untuk diri sendiri.  Perikop sebelumnya, menarasikan pelayanan Filipus di daerah Samaria.  Filipus punya alasan kuat untuk tidak pergi, karena  masih banyak yang harus dilayani.  Apalagi, bukan hal yang mudah untuk kemudian harus pergi ke tempat yang ia tidak pernah tahu.  Namun jalan ketaatanlah yang Filipus pilih dengan cara melakukan apa yang Tuhan mau.  Bukan yang mungkin ia bisa pilih/mau.  Ketiga, harga ketaatan adalah kesediaan untuk menanggung konsekuensi dari ketaatan.  Tidak tahu kemana harus pergi sudah merupakan konsekuensi tersendiri.  Apalagi bila harus mendekati kereta pejabat (27 dan 29) yang berprajurit.  Filipus memang diterima dengan baik, tetapi mungkin saja di lain kesempatan Filipus akan mendapat tantangan secara fisik, bahkan sampai kematian.  

Ketaatan bukanlah soal nyaman atau tidak;  juga bukan soal mampu atau tidak.  Tetapi soal kesediaan diri di atas keyakinan bahwa Tuhan sedang menggenapkan rencananya dengan cara memakai kita sebagai alatnya.  Bersediakan saudara untuk taat, sesulit apapun jalan yang akan ditempuh?  Mari mengambil tekad di hadapan Tuhan!

Ketaatan adalah sikap iman yang mendedikasikan totalitas hidup bagi Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«