suplemenGKI.com

DARI DUKACITA MENJADI SUKACITA

Yesaya 35:4-7

 

Pengantar
Banyak orang mengilustrasikan kehidupan manusia itu seperti perjalanan berlayar dengan sebuah kapal. Ada waktunya pada waktu kita berlayar, angin begitu tenang, hidup bisa begitu dinikmati dengan penuh senyuman. Tetapi ada waktunya juga di mana badai terjadi perjalanan menjadi begitu susah bahkan mengancam nyawa. Demikian juga dengan hidup yang sesungguhnya. Ada masanya mengalami ketenangan tanpa kesulitan apapun, dan ada masanya hidup terasa sulit. Di saat mengalami kesulitan, seringkali kita merasa tertekan bahkan sampai meneteskan air mata. Renungan hari ini akan menolong kita untuk tetap mengarahkan pandangan kepada Tuhan. Sebab jika kita selalu mengarahkan pandangan kepada Tuhan, maka kita akan kuat bersama dengan-Nya. Segala dukacita yang dialami akan menjadi sukacita karena pertolongan Tuhan yang mampu membuat kita tersenyum.

Pemahaman

  • Ayat 4             :Mengapa bangsa Yehuda diminta untuk menguatkan hatinya? Peristiwa apakah yang sesungguhnya terjadi pada bangsa Yehuda?
  • Ayat 5-7         : Apakah yang akan Allah lakukan untuk memulihkan Yehuda?

Bacaan hari ini sesungguhnya dilatarbelakangi oleh pergumulan bangsa Yehuda akibat berbagai krisis yang terjadi, yaitu religius ( penyembahan berhala dan ibadah yang munafik ), sosial ( ketidakadilan ), dan politik ( ancaman politik dari kerajaan Asyur yang sedang mengembangkan wilayahnya ). Bangsa Yehuda yang saat itu merasa terancam digambarkan seperti padang gurun dan padang belantara (ayat 1). Sungguh dalam kondisi demikian mereka mengalami tawar hati dan ketakutan akan masa depannya. Rasa takut itu pada akhirnya membuat bangsa Yehuda lemah. Oleh sebab itu, melalui nubuatnya, nabi Yesaya meminta bangsa Yehuda diminta untuk menguatkan hati karena Allah akan datang dengan pembalasan, ganjaran, dan menyelamatkan Yehuda (ayat 4). Allah sendirilah yang akan datang melawan musuh-musuh dan membalaskan atas segala kejahatan yang mereka lakukan. Allah datang untuk menyelamatkan mereka, menguatkan tangan-tangan yang lemah dan tak berpengharapan.

Allah bukan hanya datang untuk membalaskan segala kejahatan yang dilakukan oleh musuh bangsa Yehuda, melainkan Allah juga melakukan pemulihan kehidupan mereka. Segala kengerian dan penderitaan akan diganti dengan sukacita karena pertolongan Tuhan pada orang-orang yang lemah dan mengalami penderitaan (ayat 5). Mata air memancar di padang gurun dan sungai di padang belantara pun menandakan kehadiran Allah melalui tampilan pertumbuhan alam yang luar biasa (ayat 6). Tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air bagi bangsa Yehuda (ayat 7). Dari peristiwa ini kita bisa melihat bahwa keadilan dan kebaikan Allah seimbang terlaksana. Ketika Tuhan menghukum umat-Nya karena dosa-dosa mereka, maka Tuhan juga akan memulihkan dan mengangkat umat-Nya.

Refleksi
Dukacita apakah yang saat ini sedang saudara alami? Saudara, ada kalanya dukacita itu bukan hanya terjadi karena perbuatan orang lain, tetapi bisa juga karena kesalahan kita sendiri. Allah penuh kasih dan pengampunan. Kini saatnya kita kembali dan hidup mendekat hanya kepada-Nya.

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk mendekat kepada-Mu dalam berbagai situasi kehidupanku. Sebab hanya di dalam-Mu, aku merasa lega dan tenang

Tindakanku
Mulai hari ini, aku tidak akan meninggalkan Tuhan dalam masa-masa sulitku, sebab aku yakin bahwa sengsaraku telah ditanggung-Nya. Dia akan mengubah dukacita menjadi sukacita yang besar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*