suplemenGKI.com

Bacaan : Yosua 24 : 1- 13.

“Pembaharuan Perjanjian Dengan Allah”

 

PENGANTAR.
Pada akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan  segenap umat Israel untuk terakhir kalinya.  Dalam pertemuan tersebut Yosua memimpin mereka dalam upacara pembaharuan perjanjian,  dimana mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan setia dan pengabdian  secara total. Yosua tidak memfokuskan  perhatian pada dirinya selaku pemimpin mereka, tetapi ia mengarahkan perhatian kepada kebaikan dan pemeliharaan Allah atas Israel pada masa lalu dan mendorong mereka untuk terus setia kepada Allah.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Yosua mengumpulkan para pemimpin Israel di Sikhem ? (ayt 1) apa tujuannya ?
  2. Apa dasar pembaharuan perjanjian Allah dengan umatNya ? (ayt 2)
  3. Kalimat kata kerja seperti, “Aku memanggil”…….”menyuruh…..”……….”membuat banyak keturunannya”…………..”memberikan Ishak kepadanya”….kalimat-kalimat tersebut hendak menerangkan apa ? (ayt 3-13).
  4. Menurut saudara mengapa perlu diadakan pembaharuan perjanjian ?

Yosua menyadari bahwa tidak lama lagi ia akan meninggal dunia, maka ia mengumpulkan semua suku umat Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakim dan para pengatur pasukan. (ayt 1). Hal ini dilakukan Yosua untuk memperbaharui perjanjian dengan Allah. Perjanjian dengan Allah di gunung Sinai telah termaterai dalam kehidupan umat Israel ( Kel 20 ), namun perjanjian dengan Allah tersebut perlu dibaharui sebagai peneguhan, khususnya karena Yosua akan pergi selama-lamanya meninggalkan umat Israel. Perjanjian dengan Allah tersebut  perlu diteguhkan sehingga umat Israel mampu hidup setia dan mengasihi Allah ditengah-tengah realitas bangsa-bangsa lain yang menyembah berbagai allah.

Adapun dasar dari perjanjian antara Allah dengan umat Israel adalah Rahmat dan Kasih setia Allah sendiri. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik, jasa dan kesalehan serta kelayakan umat Israel tetapi karena inisiatif dan rahmat Allah semata sehingga Allah berkenan menghisapkan umat kedalam persekutuan dengan diriNYA. Itu sebabnya Yosua mengawali perjanjian tersebut  dengan kredo/pengakuan iman. “Beginilah Firman  Tuhan, Allah Israel , dahulu kala……., tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu……dan menyuruh dia……….,Aku membuat banyak keturunannya….dan seterusnya.  Pengakuan iman tersebut didasari pada karya keselamatan Allah yang mengawali seluruh sejarah umat Israel melalui kisah pemanggilan Abraham. Melalui pemanggilan tersebut Allah berkarya membentuk sejarah umat Israel dan keselamatan bagi umat manusia.Dalam pembaharuan perjanjian itulah ditegaskan bahwa Yahwe adalah Tuhan yang berdaulat penuh dan bertindak berdasarkan kebebasan serta kerahimanNYA. Ia memilih dan menetapkan sesuai dengan kedaulatanNYA, sedangkan umatNya dituntut hidup setia dan mengasihi Allah.

Kita sebagai umat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dipiih menjadi umatNYA berdasarkan kasih setiaNYA, bukan karena kebaikan dan kesalehan kita. Keselamatan dianugerahkan dengan Cuma-Cuma kepada kita agar kita dapat hidup dengan setia dan mengasihi DIA. Untuk itu marilah kita menjalani hidup ini dengan menjaga kesetiaan iman kepada Allah. Amin.

REFLEKSI
Renungkanlah ! sadarkah kita bahwa Tuhan telah mengikat perjanjian dengan umat percaya melalui Yesus Kristus ? Yesus Kristus telah menganugerahkan keselamatan kepada saudara ? apakah saudara dapat menjalani  hidup dengan setia dan mengasihi Tuhan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya agar dapat menjalani hidup ini dengan iman yang setia dan mengasihiMU.

TINDAKANKU.
Saya harus mewujudkan kesetiaan saya kepada Tuhan dengan melayani Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*