suplemenGKI.com

Senin, 3 Mei 2021

02/05/2021

BERITA PERSAHABATAN

Kisah Para Rasul 10:40-43

 

PENGANTAR
Pada umumnya memulai relasi akan lebih mudah daripada mempertahankannya.  Ada banyak faktor yang memungkinkan relasi menjadi berjarak dan seolah sulit diperbaiki.  Namun tidak demikian bagi Allah dalam persoalan dengan manusia yang jatuh dalam dosa.  Allah senantiasa berkarya merengkuh manusia yang berdosa.  Bacaan hari ini mengajak umat mengingat kembali bahwa keselamatan merupakan berita persahabatan Allah kepada manusia yang harus dilanjutkan.   Mari kita membaca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang Allah tugaskan kepada para rasul? (ayat 42a)
  • Berita apa yang harus disampaikan pada rasul? (ayat 42b)
  • Bagaimana saudara menanggapi berita tersebut? 

Firman Tuhan memberikan gambaran berbeda antara keadaan sebelum dan sesudah manusia berdosa.  Manusia yang semula dekat dengan Allah, menjadi jauh karena pelanggarannya.  Manusia menutupi dosanya dan berusaha mengatasi sendiri keadaannya.  Makin berusaha yang terjadi adalah manusia makin jauh dari Allah.   Dosa bukan hanya mengganggu relasi atau persahabatan manusia dengan sesamanya, tetapi juga merusak persahabatan dengan Allah.    Tidak ada keselamatan yang manusia bisa usahakan, selain keselamatan dari Allah.  Berita inilah yang para rasul terima untuk disampaikan, yaitu bahwa Yesus Kristus “yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati” (ayat 42) dan “barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (ayat 43).

Berita ini para rasul sampaikan dalam situasi ketika manusia dan sesamanya terpecah-pecah karena persoalan latar belakang budaya (ayat 34 & 35).  Sebaliknya, Allah mewartakan pendamaian dosa di dalam karya keselamatan Kristus.  Bukankah ini berita persahabatan Allah untuk manusia?  Berita persahabatan yang menyapa dan merengkuh manusia yang terpisah dari sesamanya karena dosa. Allah berkenan menjadi sahabat yang membebat dosa. Hanya Dialah yang sanggup mengampuni dosa dan memulihkan keadaan manusia di hadapan-Nya.  Bahkan Allah bersahabat ketika manusia belum merespon ajakan persahabatan-Nya.   Tidakkah kita seharusnya menyambut baik berita persahabatan Allah?  Persahabatan dengan Allah mendamaikan manusia dari dosanya.  Persahabatan dengan Allah juga menjadi dasar manusia memulihkan hubungannya dengan sesama.

Dosa menjadi salah satu sumber persoalan yang berakibat pada penderitaan hidup.  Selaku orang percaya, kita patut bersyukur atas berita persahabatan Allah yang memulihkan kehidupan.  Yang terpenting sekarang, bagaimana setiap orang percaya mampu menghayati panggilan hidupnya untuk menerima dan melanjutkan berita persabahatan Allah kepada sesama.  Tujuannya supaya melalui kesaksian hidup, “seluruh bangsa” (ayat 43) percaya dan “mendapat pengampunan dosa”.  Mari kita lanjutkan berita persahabatan Allah kepada sesama di sekitar kita. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: menyambut persahabatan Allah berarti juga bersedia menghayati panggilan untuk menjadi sahabat bagi sesama.  Yaitu bersedia menerima dan melanjutkan pewartaan bahwa Allah berkenan menjadi sahabat yang mengampuni dosa umat manusia.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar melalui hidup sehari-hari aku memperteguh penghayatan dan pewartaanku kepada sesama bahwa Yesus adalah Sahabat Agung yang mengampuni dosa manusia.

 

 TINDAKANKU
Aku mau belajar membangun persahabatan yang saling menerima dan mengampuni, seperti Allah yang mau menjadi sahabat bagi umat manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*