suplemenGKI.com

Senin, 3 Juni 2013

02/06/2013

I Raja-raja 17:17-24

 

Kasih Allah Bapa Diwujudkan Melalui Hambanya Yang Peduli

 

Pengantar

Ahab bin Omri menjadi raja atas Israel menggantikan ayahnya dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya. Ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria. Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya (I Raja-raja 16:29-33). Di tengah kondisi yang demikian itulah, Allah mengutus hambaNya, Nabi Elia untuk memperingatkan Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan” (I Raja-raja 17:1). Olehkarena itulah seluruh negeri kemudian mengalami kekeringan. Di tengah situasi demikian, Allah mengutus Nabi Elia untuk pergi ke Sarfat di Sidon.  Di sanalah Tuhan memerintahkan seorang janda miskin untuk memberinya makan serta menunjukkan mujizat di mana tepung dalam tempayan janda itu tidak habis dan minyak dalam buli-bulinyapun tidak berkurang (I Raja-raja 17:9-16). Lalu apa yang terjadi? Anak dari janda itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi (I Raja-raja 17:17).

 

Pemahaman
Ayat 18             :  Dari nada kedua pertanyaan yang diajukan janda miskin itu kepada  
                              Nabi Elia, perasaan 
apa yang menurut saudara ada dalam hatinya? Ayat 19             :  Dari respons Nabi Elia yang secara spontan mengambil anak
                              perempuan itu dari
pangkuan ibunya dan membawanya ke kamarnya
                              di atas, apa yang saudara bisa 
simpulkan atas diri Nabi Elia? 
                              Tipe hamba Tuhan yang sangat pedulikah Nabi Elia?
Ayat 20-22       :  Apa isi doa permohonan Nabi Elia dan bagaiamana jawaban Tuhan? Ayat 23-24       :  Dari kata-kata janda itu setelah menerima anaknya yang hidup 
                              kembali, apa yang bias 
saudara simpulkan dibalik semua peristiwa
                              tersebut? Apa yang hendak Tuhan
tunjukkan kepada janda itu dan
                              juga kepada Nabi Elia?

Sebuah mujizat adalah bentuk kasih Allah Bapa terutama untuk menunjukkan kepada kita kebenaran FirmanNya dan bagaimana Allah bekerja melalui hambaNya yang peduli terhadap penderitaan sesama.

Refleksi
Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta telah diberi kesempatan menjadi murid Kristus, bukanlah sudah seharusnya kita juga terpanggil untuk meneladaniNya? Dengan  bergantung penuh pada pertolonganNya kita pasti juga dimampukan untuk menunjukkan kasih dan kepedulian dalam bentuk karya-karya nyata bagi kaum lemah untuk membangkitkan dan menghidupkan harapan dalam diri mereka?

Tekad
Belajar agar semakin peduli terhadap kebutuhan sesama dan belajar semakin terbuka agar dapat dipakai Tuhan untuk menyatakan kasihNya yang menghidupkan pengharapan dalam diri sesama.

Tindakan
Mulai melayani Tuhan dengan hati yang lebih peduli terhadap sesama sehingga kasih Allah yang membangkitkan pengharapan boleh dinyatakan. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«