suplemenGKI.com

Senin, 3 Juli 2017

02/07/2017

UNJUK KARYA BUKAN UNJUK GAYA

Zakaria 9 : 9 – 12

Pengantar
Dalam sebuah acara kunjungan kenegaraan, ada kepala negara atau pemimpin suatu bangsa yang harus disertai adanya sarana perlengkapan yang berkelas (baca: standar khusus) dan perlakuan istimewa. Mungkin itu karena adanya anggapan bahwa semakin berkelas sarana perlengkapan dan perlakuan istimewa yang menyertai (baca: disyaratkan untuk) kehadiran seseorang maka semakin menunjukkan kemuliaan atau kebesaran/kehebatan dirinya, semakin layak dipercayai/diandalkan/diikuti. Hal ini tidak saja terjadi dalam kehidupan kepala negara atau pemimpin suatu bangsa, tapi juga dapat terjadi dalam kehidupan pemimpin agama atau pemimpin rohani yang membutuhkan (baca: meminta) sarana perlengkapan dan perlakuan istimewa. Namun dalam kehidupan ini, ada juga para pemimpin atau tokoh di berbagai bidang kehidupan yang hadir secara biasa-biasa saja, bahkan hanya memiliki hal-hal yang serba sederhana dan secukupnya, serta membaur dalam kebersamaan dan keberagaman. Jadi bagaimana kita harus hadir sebagai pribadi yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan sebuah karya yang dibutuhkan sesama dan dunia, apakah harus dengan menunjukkan ’kemuliaan’ atau ‘kebesaran” sebagai anak-anak ALLAH? Mari kita melihat kehadiran Raja Mesias yang membebaskan/memulihkan kehidupan umat-NYA, sebagaimana dinyatakan dalam Zakaria 9 : 9 – 12.

Pemahaman

Ayat 9 – 10          :  Bagaimana penggambaran tentang Raja Mesias bagi Israel?

Ayat 11 – 12        :  Bagaimana gambaran kehidupan Israel yang dipulihkan?

Raja Mesias bagi Israel digambarkan sebagai pribadi yang hadir bukan dengan cara memperlihatkan (baca: memamerkan) kekuatan dan kekuasaan, juga bukan dengan cara kekerasan tapi yang membawa keadilan dan kejayaan secara lemah lembut dan penuh damai. Dan bahwa damai sejahtera dan kekuasaannya itu tidak hanya bagi Israel tapi juga bagi semua bangsa. Itulah yang hendak dinyatakan melalui penggambaran seorang raja yang hadir dengan mengendarai seekor keledai beban yang muda, bukan dengan kereta perang dan kuda serta busur perang.

Kehidupan Israel dipulihkan karena adanya darah perjanjian TUHAN dengan umat-NYA, jadi bukan karena kehebatan Israel. Israel sebagai umat TUHAN mengalami pembebasan dan kembali ke kota kehidupan mereka, dan menjadi umat yang berpengharapan, bahkan dengan kondisi lebih baik dua kali lipat.

Firman TUHAN di hari ini mengajak kita untuk meneladan TUHAN yang hadir dalam kesederhanaan, penuh kelemahlembutan dan membawa damai. TUHAN yang berkarya (membawa damai) secara universal tidak hanya secara parsial untuk Israel. Kehadiran TUHAN tidak bersifat demonstratif dan eksklusif.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah meneladan TUHAN yang hadir tidak secara demonstratif dan eksklusif?
  • Apakah kita mengalami kehadiran TUHAN yang membebaskan dan memberi pengharapan? 

Tekad
TUHAN, tolonglah aku agar dapat hadir dalam karya dengan meneladan TUHAN dan sungguh meyakini pembebasan dan pengharapan di dalam TUHAN.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berlatih untuk tidak hadir secara demonstratif dan eksklusif dalam setiap karya kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«