suplemenGKI.com

Senin, 3 April 2017

02/04/2017

Dimuridkan Sebelum Mulai Melayani

Yesaya 50:4-5

Pengantar

Konon banyak gereja tidak lagi memberikan perhatian khusus untuk melakukan proses pemuridan bagi para anggota jemaatnya walau menyadari betapa pentingnya pertumbuhan spiritualitas. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilaporkan pada 1 Desember 2015 oleh Tim Peneliti Barna (www.barna.com), hanya 1% dari para pemimpin gereja di Amerika Serikat yang mengatakan gerejanya melakukan proses pemuridan dengan sangat baik bagi para anggotanya yang baru mengaku percaya. Sebaliknya 60% dari responden mengaku gereja mereka tidak melakukannya dengan baik. Bagaimana dengan pemuridan di gereja kita? Mari kita pelajari bagaimana Kristus dimuridkan sebelum Ia dapat menjadi Hamba yang taat.

Pemahaman

Ayat 4   :Apa artinya “Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid”? Apa pula makna kata-kata “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku?” Untuk apakah semuanya itu?

Ayat 5   :Menurut Sdr apa makna kalimat dalam ayat ini “Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang”.

Terjemahan versi Bahasa Indonesia Sehari-hari kiranya memperjelas makna kedua ayat ini. Ayat 4: “TUHAN Yang Mahatinggi mengajar aku berbicara, supaya perkataanku menguatkan orang yang lesu. Setiap pagi Ia membangkitkan hasratku untuk mendengarkan ajaran-Nya bagiku”. Ayat 5: “TUHAN memberi aku pengertian; aku tidak berontak atau berbalik daripada-Nya”. Menurut para penafsir, Kristuslah yang dimaksudkan sebagai “Murid” di sini. Betapa Ia memiliki relasi pribadi dengan BapaNya. Setiap pagi Ia belajar dariNya dengan penuh ketaatan agar dimampukan untuk menyampaikan perkataan yang menguatkan orang yang lesu. Ia dimuridkan sebelum mulai pelayanannya yang utama yaitu untuk memuridkan. Bukankah AmanatNya bagi kita: “Pergi dan jadikanlah segala bangsa muridKu, …” (Matius 28:19-20).

Refleksi

Sebagai orang percaya, setiap kita dipanggil untuk memuridkan, namun pertanyaannya apakah kita telah dan senantiasa menjadi murid yang taat?

Tekad

Belajar dengan tekun sebagai muridNya yang taat.

Tindakan

Semakin rajin menyediakan waktu dan semakin tajam memfokuskan perhatianku akan FirmanNya serta belajar untuk menaatinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«