suplemenGKI.com

FIRMANMU KUPEGANG SELALU

Ulangan 8:1-18

 

Pengantar
Penggalan Syair lagu PKJ 255 mengatakan demikian:

Firman-Mu kupegang selalu, saat duka saat senang.

Jalan hidup yang akan datang, tangan TUHAN yang memegang.

Pencobaan menghimpit aku dan menjadi keluhanku,
Firman-Mu kupegang selalu, sayap-Mu tempat berteduh.

Lagu ini mengekspresikan kerinduan untuk selalu berpegang pada Firman TUHAN dalam seluruh perjalanan kehidupan. Pesan itu juga disampaikan oleh Musa kepada bangsa Israel. Mengapa umat diminta untuk selalu berpegang pada Firman TUHAN? Marilah kita mendulang makna dari bacaan Alkitab hari ini ! 

Pemahaman

  • Ayat 1    : Pesan apakah yang diberikan Musa kepada  bangsa Israel saat mereka mendengarkan nasihatnya?
  • Ayat 2-5: Apakah makna pelbagai peristiwa yang dialami Israel di padang gurun?
  • Ayat 6-18: Apakah pesan utama Musa kepada umat setelah mereka diajak berefleksi atas perjalanan di padang gurun dan mempersiapkan diri memasuki negeri perjanjian?

Perjalanan hidup bangsa Israel tak pernah lepas dari tuntunan TUHAN. Namun dalam sejarah perjalanan kehidupan mereka,  nenek moyang mereka sering tergoda untuk memberontak kepada TUHAN ketika berhadapan dengan kesusahan yang mereka alami di padang gurun.  Musa mengajak Israel mempersiapkan diri memasuki negeri perjanjian dengan mengingat pelajaran berharga di padang gurun saat TUHAN menuntun dan memberkati mereka juga saat mereka dibentuk dan diajar TUHAN untuk terus berpegang pada TUHAN dan perintah-Nya.

Saat Musa memberikan pesan ini kepada Israel, mereka tidak lagi berada di padang gurun yang luas dan gersang.  Mereka ada di dataran Moab, di seberang sungai Yordan dan sebentar lagi mereka akan memasuki tanah Kanaan yang dijanjikan TUHAN kepada nenek moyang mereka.  Itulah tanah yang kaya dengan hasil bumi dan tambangnya, dimana mereka akan makan dan akan kenyang.   Dalam kemakmuran diharapkan mereka akan selalu mengingat sang sumber berkat dan memuji TUHAN, karena negeri yang baik yang diberikanNya kepada mereka (ayat 10).  Tetapi bukankah kemungkinan untuk melupakan TUHAN di tanah tersebut sangat terbuka bagi orang Israel yang sering tidak setia?  Oleh karena itu Musa mengajak mereka terus berpegang kepada perintah TUHAN, bukan malah melupakan TUHAN dalam masa kesusahan maupun kemakmuran di tanah perjanjian.

Musa memanggil orang-orang Israel agar  melakukan seluruh hukum yang TUHAN telah nyatakan supaya mereka  hidup, bertambah banyak, dan memasuki serta menduduki tanah yang dijanjikan TUHAN.  Kata “hidup” dalam bagian ini mengandung dua aspek.  Yang pertama, bahwa hidup sebagai lawan dari maut.  Artinya bahwa mereka akan terhindar dari maut.  Kedua,  hidup sebagai lawan kelesuan, yang menunjuk pada suatu gairah semangat dan nikmat dalam keberadaan manusia.

Dalam kehidupan masa kini, pesan Musa ini juga amatlah penting untuk kita perhatikan dan lakukan. Tak sedikit orang Kristen dan keluarga Kristen yang hidupnya mudah rapuh, tak tangguh menghadapi aneka pencobaan dan persoalan sebab mereka lebih banyak mengikuti kekuatiran pikiran sendiri. Di bulan keluarga ini, kita diingatkan kembali untuk mendasarkan kehidupan pribadi dan keluarga kita pada Firman TUHAN. Di tengah angin ribut kehidupan, marilah selalu berpegang pada Firman TUHAN agar kita dapat menyelesaikan perjalanan kehidupan dengan kemenangan.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah kapan terakhir Saudara membaca dan merenungkan  Firman TUHAN bersama keluarga? Apakah keluarga Saudara cukup mendapatkan asupan makanan Firman TUHAN hingga setiap hari hidup sesuai tuntunan Firman TUHAN?

Tekadku
Ya TUHAN  mampukanlah kami untuk selalu memegang Firman-Mu setiap hari.

Tindakanku
Aku akan mengevaluasi kehidupan setiap hari: adakah pikiran, perkataan dan tindakanku hari ini yang tak sesuai Firman TUHAN? Aku akan berjuang meningkatkan kualitas hidupku dan keluargaku dengan hidup berpegang pada Firman TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«