suplemenGKI.com

2 Samuel 18:1-4

PEMIMPIN SEJATI MEMBUKA TELINGANYA

PENGANTAR
Bacaan kita hari ini mencatat sebagian dari masa-masa sukar dalam kehidupan Daud. Pada waktu itu Daud sedang melarikan diri dari kejaran Absalom, anaknya sendiri. Absalom telah melakukan kudeta terhadap Daud, ayahnya, dan berhasil menguasai istana serta tentara Israel. Daud harus melarikan diri bersama orang-orang yang masih setia kepadanya. Dalam pelariannya, ketika sampai di Mahanaim, Daud mendapatkan pertolongan dari beberapa orang di sekitar kota itu. Dari mereka, Daud dan para pengikutnya mendapatkan tempat beristirahat dan tambahan bekal makanan (17:27-29). Kesempatan yang baik ini digunakan Daud untuk mengatur pasukannya untuk menghadapi Absalom.

PEMAHAMAN

Ay. 2.           Mengapa Daud ingin ikut maju berperang bersama mereka? (lihat juga 2 Sam 17:11-12).

Ay. 3-4.       Bagaimana sikap mereka menanggapi keinginan Daud? (ay. 3). Bagaimana sikap Daud menanggapi pendapat tentara-Nya? (ay.4)Apa yang dapat Anda pelajari dari sikap Daud?

Daud ingin maju bersama mereka karena Daud tahu bahwa ini adalah pertempuran yang sangat menentukan bagi kedua belah pihak. Pasukan Daud akan menghadapi lawan yang kuat. Selain mengerahkan tentara yang sangat besar, Absalom sendiri juga ikut maju berperang. Daud berpikir bahwa keikutsertaannya dalam medan peperangan akan dapat memberi semangat kepada pasukannya.

Namun, para pemimpin pasukan Daud mempunyai pandangan yang berbeda. Keikutsertaan Daud ke medan pertempuran justru akan merugikan mereka. Daud akan menjadi sasaran utama bagi tentara musuh. Dan, jika Daud terluka atau gugur maka seluruh pasukannya pun tidak akan sanggup melanjutkan pertempuran. Karena itulah mereka berkata bahwa Daud sama nilainya dengan sepuluh ribu orang tentara (ay. 3).

Daud seorang pemberani, namun Daud juga seorang pemimpin yang bijaksana. Daud mendengarkan pendapat mereka. Daud juga bersedia mengakui bahwa pendapat mereka ternyata lebih baik daripada apa yang dipikirkannya.

REFLEKSI
Seorang pemimpin yang baik selalu membuka telinganya untuk mendengarkan pendapat orang-orang yang dipimpinnya.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku kerendahan hati untuk mendengarkan pendapat orang lain, baik di dalam keluarga, pekerjaan maupun pelayanan. Tuhan, aku ingin membuang kesombonganku yang selama ini membuat aku kurang menghargai pendapat mereka.

TINDAKANKU
Aku akan minta maaf kepada istriku, atau suamiku, atau anak-anakku, atau orang-tuaku, apabila selama ini aku selalu meremehkan pendapat mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«