suplemenGKI.com

Keluaran 20:1-4

AKULAH TUHAN

 

Pengantar
Identitas diri membuat kita bisa mengenali sekaligus membedakan seseorang dari yang lain.  Identitas itu bisa berupa nama, alamat, tanggal kelahiran, pekerjaan dan lain-lain.  Dengan demikian identitas menjadi penting dan wajib dimiliki.  Bagaimana dengan Tuhan?  Apakah Dia punya identitas diri?

Pemahaman
Ayat 1:  Kepada siapa perkataan ini disampaikan?  (lihat juga 19:25)
Ayat 2:  Apa yang Allah katakan tentang diriNya?
Ayat 2:  Apa yang Allah lakukan kepada umatNya?
Ayat 3, 4:  Apa yang Allah inginkan dari umatNya?

Selama 430 tahun Israel menjadi budak  di Mesir.   Dan selama itu pula, Israel hidup di tengah keragaman budaya dan kepercayaan yang menjadi ciri khas Mesir.  Praktis keadaan ini menjadi tantangan keagamaan bagi Israel yang percaya akan Allah yang satu.  Itu sebabnya, di awal kehidupan yang baru selepas perbudakan, melalui Musa (Kel. 19:25) Allah menyatakan identitasNya kepada Israel.  Penegasan identitas ini  bertujuan selain untuk mengenalkan pribadi Allah yang sesungguhnya,  juga dimaksudkan sebagai pembeda antara Allah dengan para illah yang disembah oleh suku-suku di luar Israel.  Identitas Allah mengajarkan kepada Israel bahwa Dia adalah pribadi yang hidup dan berkarya di tengah dan bagi umatNya.  Kebenaran ini ditunjukkan dengan pengakuan bahwa TUHAN adalah Allah, “yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (ayat 2).  Dengan kata lain, Allah adalah pribadi yang bisa dipercaya dan diandalkan.  Selayaklah Israel menaruh hormat, ketaatan dan kesetiaan hanya kepada Allah.

Kehidupan  senantiasa diwarnai dengan beragam pergumulan.  Ada yang mudah dipahami dan diselesaikan.  Sebaliknya, ada pula yang sukar dipahami sehingga butuh waktu yang lebih lama menyelesaikannya.  Di dalam rentang pergumulan tersebut tidak jarang kemudian manusia mempertanyakan keberadaan Allah.  Seolah Dia hanya ada di masa senang, tidak di masa sukar.  Identitas Allah yang ada dan berkarya seolah menjadi kabur karena pekatnya pergumulan.  Benarkan demikian?  Tidak!!  Bacaan kali ini mengajarkan bahwa Allah adalah pribadi yang hidup, peduli dan berkarya di tengah pergumulan umatNya.  Pengakuan bahwa, “Akulah TUHAN, Allahmu” (ayat 2) harusnya cukup menjadi jaminan bagi manusia untuk hanya mengandalkan Dia, bukan yang lain.  Persoalannya, apakah identitas Allah berhenti hanya pada pengakuan iman, atau nyata juga dalam perbuatan?

 

Refleksi
Identitas Allah cukup bagiku untuk percaya dan mengandalkan Dia dalam setiap pergumulan.

Tekadku
Aku mau mempercayai Allah dan mengandalkan Dia.

Tindakanku
Aku akan mewujudkan iman percayaku dalam perbuatan yang senantiasa mengutamakan Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*