suplemenGKI.com

Bacaan : Ulangan 6 : 1-9

HAI UMAT DENGARLAH.

Sangat umum pada saat ini menjumpai seorang atau lebih sedang asyik bicara sendiri!  Sekilas nampak aneh & menggelikan—karena orang yang waras memang enggan berkata-kata sendirian, namun jika kita cermati ternyata di telinganya ada head set yang menutup rapat-rapat lubang telinganya. 

Pertanyaan Penuntun:

  1. Kata kerja apa yang dipakai untuk mengawali firman-Nya di ayat 4?
  2. Menurut Anda mengapa kata itu perlu dipakai?

Kebiasaan menggunakan head set untuk bicara dengan orang lain maupun mendengarkan musik bukanlah kebiasaan yang sehat! Sebab yang pertama (dan yang terutama) adalah kebiasaan itu bisa mengurangi kemampuan alat dengar kita yang utama yaitu telinga kita. Bahkan jika dalam jangka panjang kita masih tetap saja melakukannya, maka bukan mustahil kita akan kehilangan pendengaran kita selamanya, alias kita menjadi tuli permanen! Suatu keadaan yang kita semua tak mendambakannya. 

Akan tetapi tahukah kita jika ada satu ketulian yang sangat fatal buat hidup kita secara keseluruhan jika kita mengabaikannya?  Bacaan kita kali ini menggarisbawahi pentingnya kata ”mendengar” bagi umat Israel, yang tentu saja juga penting  bagi kita! Dalam kaitannya dengan iman kepada Tuhan maka ”mendengarkan” adalah suatu upaya untuk benar-benar berdiam diri dan sekaligus menyimak dengan baik semua perkataan-Nya!

Samuel masih sangat muda ketika Tuhan memanggilnya, dan karena sebelumnya  firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya secara langsung , maka Samuel tidak segera menanggapinya dengan baik. Baru setelah imam Eli mengajarkan bagaimana cara menanggapi panggilan-Nya, maka barulah Samuel dapat mendengarkan semua pernyataan-Nya!

Mendengarkan adalah kualitas hidup menaati Tuhan dengan kasih dalam ketenangan. Di dalam ketenangan, segala sesuatu yang kita dengar itu meresap menjadi bagian dalam diri kita. Di dalam ketenangan kita tak ada tuntutan untuk segera sepakat atau menolak ucapan, karena dalam mendengarkan kita pertama-tama kita tidak menilai. Bila kita bersedia mendengarkan, kita akan mendengar banyak hal yang tidak terucapkan lewat kata-kata.

”Syema Israel”…..”Dengarlah, hai orang Israel,” begitulah kata-kata pembuka sebelum Allah menyampaikan firman-Nya kepada umat Israel. Kata-kata ”dengarlah” dari Allah tentunya bukanlah sekedar untuk menarik perhatian mereka.  Allah ingin umat Israel mengerti, memahami, dan mematuhinya. Apa yang mereka dengar adalah sesuatu yang sangat penting. Ulangan 6: 4 adalah pernyataan yang terbaik tentang kodrat keesaan Allah! Pernyataan yang demikian penting tersebut prosesnya dimulai dengan memerintahkan umat untuk ”mendengarkan” Tuhan lebih dahulu.

Alangkah indahnya jika kita selalu bisa menyediakan waktu untuk duduk diam dengan tenang di hadapan-Nya.  Sehingga dengan demikian hampir tidak ada satupun firman-Nya yang terlewat, terlebih bila hal ini bisa dilakukan setiap hari maka kita selalu punya ”tenaga & kuasa” yang dahsyat untuk menghadapi hari itu!

”Jadilah pendengar Firman Tuhan yang baik”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*