suplemenGKI.com

ALASAN TERBESAR ALLAH

Maleakhi 2:17-3:1

 

PENGANTAR
Meski banyak kenangan tapi karena sudah banyak bagian yang rusak, pohon natal plastik itu kami buang.  Siapapun juga bisa jadi akan melakukan hal yang sama, membuang barang yang sudah rusak. Sebab secara fungsi, barang tersebut tidak bisa digunakan lagi.Pilihan tindakan semacam ini mungkin juga bisa terjadi atau kita temukan dalam relasi manusia dengan sesamanya, ketika salah satu pihak merasa kecewa dan tidak lagi membutuhkan pihak lainnya.  Lantas, bagaimana pilihan tindakan Allah dalam relasi dengan umat-Nya? Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana Israel menafsirkan kebaikan Allah menurut versinya sendiri? (2:17)
  • Bagaimana respons Allah menanggapi sikap Israel? (3:1)
  • Bagaimana respons saudara atas kasih-Nya yang bersedia memperbaharui hidup kita?

Kitab Maleakhi menjadi kitab terakhir dari kitab nabi-nabi kecil. Hal ini menyebabkan Maleakhi dianggap sebagai suara yang terakhir di Perjanjian Lama.  Kitab Maleakhi ini bisa dikatakan sama dengan konteks kitab Hagai.  Hal ini dikarenakan Maleakhi dan Hagai mempunyai kurun waktu yang dekat.  Dalam kitab ini diperlihatkan bahwa para imam mulai berbuat kejahatan di mata Tuhan seperti melakukan ketidakadilan, bergaul dengan penyembah berhala, dan menolak membayar persepuluhan.  Pengajaran yang disampaikan kepada umat juga tidak benar, “kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu” (2:8).  Wajar bila kemudian Israel melakukan banyak pelanggaran dalam praktik hidup maupun peribadahan.  Parahnya, mereka   menafsirkan kebaikan Allah menurut versi mereka sendiri, “setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata Tuhan; kepada orang-orang yang demikian Ia berkenan” (2:17). Penyimpangan konsep semacam ini menunjukkan sikap perlawanan Israel kepada Allah.

Ibarat barang, Israel sudah rusak. Umumnya, sebesar apapun rasa sayang pemilik kepada barang yang dimilikinya;  barang adalah benda yang tidak mampu berinteraksi.   Wajar ketika barang itu rusak dan tidak bisa diperbaiki, membuang adalah cara terbaik yang dapat dilakukan.  Namun tidak demikian halnya dengan relasi Allah dan manusia.  Allah mempunyai cara pandang dan sikap yang berbeda.   Allah membenci dosa tapi tidak membuang pendosa.  Allah mempunyai rencana baik bagi Israel.  Rencana baik Allah ditegaskan melalui Maleakhi, “lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!” (3:1).  Melalui utusan-Nya, Allah bermaksud menegur, memanggil dan memulihkan Israel yang berdosa.  Allah merencanakan kebaikan dengan maksud memberi kesempatan Israel bertobat.  Bukankah Allah sudah lebih dari cukup berpengalaman dengan Israel yang mengecewakan? Relasi dan rencana baik Allah didasarkan pada keputusan-Nya kepada Israel, “Aku mengasihi kamu” (1:2).  Tidak ada alasan lain, selain kasih.

Kasih menjadi alasan terbesar Allah berelasi dengan kita.  Kasih itu pulalah yang menjadi alasan Allah mempertahankan relasi dan terus mengerjakan yang terbaik bagi kita.  Apa yang harus kita lakukan?  Bisakah kita hidup tanpa kasih Allah?  Jangan meneladani Israel yang justru meragukan kebaikan kasih Allah (1:1).  Apapun yang menjadi pergumulan hari ini, selayaknyalah kita terus berupaya membuka diri, menerima dan menyambut kebaikan kasih Allah.  Yakinilah, meskipun tampak lambat tapi kasih-Nya akan memperbaharui hidup kita.

REFLEKSI
Mari kita merenungkan bahwa kebaikan kasih Allah terus bekerja dalam keberdosaan kita dengan maksud membawa kita ke dalam pertobatan dan pola hidup yang diperbaharui tiap hari. 

TEKADKU
Tuhan Yesus terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Tolonglah agar aku mampu merespon setiap teguran dan nasihat Tuhan sebagai wujud kebaikan kasih-Mu agar hidupku terus diperbaharui menjadi lebih baik. 

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menuliskan satu atau dua hal, perbuatan atau karakter, yang sudah seharusnya aku serahkan di tangan Tuhan untuk diperbaharui.  Aku mau berusaha meninggalkannya sebagai wujud responsku atas kesempatan kasih-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*