suplemenGKI.com

Senin, 29 Maret 2021

28/03/2021

Kasih Allah

Mazmur 36:6-11

Pengantar

Kemarin kita merayakan Minggu Palma, suatu perayaan yang mengingat bagaimana Kristus memasuki kota Yerusalem untuk disalibkan di sana. Dalam tradisi gerejawi, Minggu Palma merupakan hari pertama dimulainya pekan suci. Mengingat bahwa kita berada di dalam pekan suci, maka rangkaian perenungan kita pekan ini dirancang secara khusus agar dapat lebih menghayati pekan suci, termasuk tiga hari suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi).

Pemahaman

-   Bagaimanakah Pemazmur menggambarkan kasih Allah?

-   Bagaimanakah Saudara menggambarkan kasih Allah? Adakah perbedaan dengan penggambaran yang dilakukan Pemazmur?

Di dalam Mazmur 36:6-11 ini Pemazmur menyinggung kasih Allah sebanyak tiga kali, yaitu di ayat 6, 8, dan 11. Mari kita perhatikan ketiga ayat ini dengan lebih seksama.

Pertama, ayat 6, “Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.” Dalam ayat ini Pemazmur menggambarkan betapa agungnya kasih Allah itu. Keagungan kasih Allah itu akan semakin terlihat apabila kita memperhatikan apa yang dikatakan Pemazmur di dalam ayat-ayat sebelumnya. Dalam ayat 2-5 Pemazmur banyak berbicara tentang kejahatan manusia. Dosa itu bertengger di dalam lubuk hatinya, dan ia sama sekali tidak takut akan Allah (ay. 2), ia menganggap dirinya sangat hebat, sedemikian hebatnya sehingga tidak menyadari kesalahannya (ay. 3), kata-katanya jahat dan penuh tipu daya, ia tidak lagi melakukan yang baik dan bijaksana (ay. 4), dan ia merencanakan kejahatan di tempat tidur (ay. 5a), dan Pemazmur menutup gambaran orang jahat itu dengan sebuah pernyataan, “perbuatannya tak ada yang baik, yang jahat tidak ditolaknya.” (ay. 5b).

Kedua, ayat 8, “Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.” Pada bagian ini, Pemazmur menegaskan bahwa kasih Allah itu bukan hanya mulia, tetapi juga berharga. Istilah “berharga” (Ibr.: yaqar) di sini juga dapat diartikan mulia, atau luar biasa. Kasih Allah memang sangat mulia, sebab Dia tetap peduli dengan manusia yang penuh dosa yang digambarkan dalam ayat 2-5. Sungguh suatu kasih yang sangat luar biasa. Dan lebih luar biasa lagi karena kasih yang diberikan Allah itu bukanlah kasih yang murahan, melainkan kasih yang sedemikian berharga, sangat mahal. Sebab kasih tersebut adalah kasih yang menjadi sumber kehidupan manusia (ay. 8-10).

Ketiga, ayat 11, “Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!”. Dalam ayat ini terlihat bagaimana Pemazmur mengharapkan kasih Allah yang sedemikian berharga dan luar biasa itu, yang mampu melindungi Pemazmur dari kejahatan orang fasik (ay. 12), serta mampu memberi balasan yang setimpal kepada orang-orang jahat tersebut (ay. 13).

Refleksi (kontemplasi):

Dalam menjalani hidup ini kadang kita harus menghadapi pergumulan yang membuat masa depan kita suram, tak menentu. Bahkan harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak takut akan Allah. Mari mengambil langkah seperti yang Pemazmur lakukan, memandang dan berharap pada kasih Allah. Sebab kasih Allah itulah sumber kehidupan kita.

Tekad:

Doa: Bapa surgawi, tolong saya untuk terus memandang dan berharap akan kasih-Mu yang merupakan sumber kehidupan saya. Amin.

Tindakan:

Hari ini saya akan menghafalkan Mazmur 36:10, “Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*