suplemenGKI.com

KASIHNYA MEMBEBASKANKU

Yosua 5:9-12

 

Pengantar
Di suatu pagi seorang anak berusia 4 tahun melihat sebuah pot besar yang baru dibeli oleh ibunya. Anak tersebut mendekati pot itu dan ingin masuk di dalamnya. Namun ketika ia menginjakkan kaki kanannya kedalam pot, salah satu bagian pot tersebut pecah. Ibunya sangat marah sehingga anak itu menangis. Selang beberapa menit kemudian sang ibu yang masih dalam kondisi marah, menggendong dan mengusap air matanya. Si anak pun menjadi terdiam dan memeluk erat ibunya. Si ibu bisa saja memberikan hukuman ringan atas kesalahan anaknya dengan mencubit atau tidak membelikan jajan, namun si ibu tidak melakukan itu.Kalau si ibu sedemikan mengasihi anaknya, apalagi Allah. Kasih yang Allah berikan lebih dari kasih seorang ibu. Ketika Ia tahu kita jatuh dalam dosa, Ia tidak serta merta menghukum. Ia juga mengasihi, memulihkan, dan membebaskan hidup kita.

Pemahaman

  • Ayat 9-11       : Peristiwa apakah yang terjadi di Gilgal?
  • Ayat 12          : Apa dampak peristiwa tersebut bagi kehidupan umat Israel selanjutnya ?

Peristiwa yang melatarbelakangi Yosua 5:9-12 adalah perayaan Paskah pertama kali yang dilakukan oleh bangsa Israel di Kanaan. Sebelumnya bangsa Israel menyeberang sungai Yordan dengan aman oleh karena pertolongan Tuhan. Israel mengalami dan merasakan mujizat yang diberikanoleh Tuhan. Namun umat yang menyeberang sungai Yordan tersebut adalah generasi kedua bangsa Israel yang diijinkan untuk masuk ketanah Kanaan. Generasi pertama telah mati, yaitu mereka yang telah keluar dari tanah Mesir.

Perayaan Paskah yang pertama kali dilakukan di Gilgal juga ditandai dengan peristiwa penyunatan bangsa Israel yang dilakukan olehYosua atas perintah Allah. Sunat tersebut dilakukan sebagai lambang perjanjian Allah dengan umatNya di tanah Kanaan. Sunat yang dilakukan sebagai pengakuan iman kepada Allah dan proses pengudusan sebagai umat Allah. Oleh sebab itu di ayat 9 kita melihat bahwa Allah berfirman kepada Yosua bahwa Allah telah menghapuskan segala cela Mesir dari bangsa Israel. Gilgal menjadi peringatan kasih Allah kepada bangsa Israel sebab Ia telah menghapuskan cela penindasan dan perbudakan yang dilakukan oleh Mesir. Bangsa Israel tidak lagi makan manna, tetapi mereka akan makan hasil dari tanah Kanaan sehingga dampak dari peristiwa tersebut adalah bangsa Israel mengalami pemulihan dari Allah dan mengalami hidup yang baru.

Mungkin kita tidak pernah mengalami perbudakan seperti orang Israel. Namun tanpa disadari dosa telah memperbudak dan memperalat hidup kita. Tuhan tidak pernah tinggal diam ketika kita jatuh dalam dosa. Dengan kasih Ia mengangkat, membebaskan dan memulihkan kita.

Refleksi
Dalam keheningan, tataplah salib dan renungkanlah, apakah Saudara telah sungguh-sungguh menyerahkan hidup untuk dikuduskan, dibebaskan dan dipulihkan oleh Tuhan? Apakah saudara selalu mensyukuri kasih Tuhan dengan hidup baru di jalan kebenaran yang ditunjukkan-Nya?

Tekadku
Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang membebaskanku. Mampukan aku untuk memulai hidup baru bersama-Mu.

Tindakanku
Hari ini aku mensyukuri kasih Tuhan yang telah membebaskan aku dari dosa…….( sebutkan dosamu) dan aku siap memulai hidup baru dengan tindakan nyata………………..? (sebutkan tindakan nyata itu)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«