suplemenGKI.com

Senin, 29 April 2019

28/04/2019

PERUBAHAN HIDUP

Kisah Para Rasul 9:1-9, 18-19

 

PENGANTAR
Pengetahuan tentang masa depan tertutup bagi siapapun. Tidak ada seorangpun yang mengetahui masa depannya.  Itulah misteri kehidupan yang tidak terpahami sampai kemudian seseorang menjalaninya.  Misteri yang berujung pada perubahan hidup juga terjadi dalam diri Saulus.  Apa dan bagaimana perubahannya?  Mari kita renungkan bacaan hari ini!  

PEMAHAMAN

  • Bagaimana situasi hati Saulus ketika berangkat ke Damsyik? (ayat 1)
  • Seberapa besar kuasa yang dimiliki Saulus ketika berangkat ke Damsyik? (ayat 2)
  • Apa yang dialamai Saulus dalam perjalanannya? (ayat 3-5)
  • Apa yang terjadi pada Saulus setelah pengalaman itu? (ayat 8, 9, 18)
  • Sejauhmana pengalaman perjumpaan dengan Dia mengubah karakter kita?

Misteri berarti apa yang kita tahu adalah apa yang Allah ijinkan bagi kita untuk tahu.  Selebihnya, Allah akan ijinkan kita tahu sesuai dengan tingkat kedewasaan kita.  Namun, ada juga hal-hal yang sampai kapanpun kita tidak akan tahu.  Sebab bagian ini hanya Allah yang tahu.  Seperti halnya misteri perjalanan Saulus ke Damsyik.  Saulus berangkat dengan penuh kebencian  “untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan” (ayat 1).  Bahkan berbekal surat kuasa, Saulus bermaksud menangkap dan memenjarakan mereka yang “mengikuti Jalan Tuhan” (ayat 2).  Sampai pada titik ini, tidak ada satu bagianpun yang mengindikasikan akan terjadi sesuatu pada diri Saulus.  Semua tampak berjalan normal sesuai rencana; sampai kemudian “memancar cahaya dari langit mengelilingi dia” yang membuatnya rebah.  Seketika itu juga terdengar, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (ayat 4).  Yesus datang dan mengenalkan siapa dirinya secara langsung.  Entah apa yang Saulus renungkan selama tiga hari kebutaannya.  Yang pasti,  pasca pemulihan (ayat 18), Saulus menjadi pribadi yang berubah: dulu penganiaya, sekarang menjadi pengikut Yesus.  Dulu berapi-api menangkap pengikut Yesus, sekarang berubah menjadi pewarta kabar baik tentang Yesus.

Belajar dari perjumpaan Saulus, minimal ada dua hal yang kita pelajari.  Satu,  setiap kita secara pribadi pasti mempunyai rencana terbaik bagi masa depan.  Mungkin pekerjaan, studi atau keluarga.  Wajar bila sejak awal untuk mencapai rencana tersebut, upaya terbaik sudah kita persiapkan.  Namun Tuhan lebih berkuasa atas rencana kehidupan manusia.  Sebab Allah adalah pemilik kehidupan, maka Dia lebih berhak menyatakan kehendak-Nya melalui rancangan hidup yang sama atau tampak berbeda dari rencana manusia.  Yang penting adalah sejauhmana kita percaya dan taat atas kehendak-Nya agar rencana-Nya itu terjadi atas hidup kita.  Dua, setiap kita secara pribadi pasti mempunyai pengalaman perjumpaan unik yang berbeda satu dengan yang lain.  Tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik.  Sebab yang terpenting, bukan masa lalu yang sudah ditinggalkan itu, tapi seberapa jauh hidup kita diubahkan melalui perjumpaan dengan Dia.  Sedahsyat apapun pengalaman hidup bersama Tuhan; akan sia-sia bila tidak ada komitmen untuk berubah dalam pertumbuhan.  Sebaliknya, perubahan hidup justru menunjukkan komitmen dan konsistensi iman yang bertumbuh ke arah perubahan karakter dan sikap yang makin memuliakan nama Tuhan.  Mari berubah seperti Saulus juga mengalami perubahan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: sudahkah perjumpaan dengan Dia membawa kita memiliki tekad bertumbuh ke arah perubahan karakter dan sikap yang makin memuliakan nama Tuhan. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar perjumpaan dengan-Mu melalui ibadah, membawa perubahan karakter dan sikapku.  Jika aku seorang aktivis yang melayani, tolonglah agar pelayanan yang aku persembahkan kepada-Mu membawa perubahan dalam diriku. 

TINDAKANKU
Dalam satu minggu ini aku mau mulai agar karakter ………. (pemarah, cepat tersinggung, pendendam, curiga, berpikir negatif, dll) dapat aku kendalikan bersama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«