suplemenGKI.com

BERIBADAH DAN BERTOBAT

Yesaya 1:10-18

 

Pengantar
Apakah kehidupan rohani yang kita lakukan di dalam peribadahan selalu sejalan dengan kehidupan yang kita jalani dalam aktivitas sehari-hari? Terkadang orang rajin beribadah tetapi juga rajin berbuat dosa. Pertobatan sering menjadi formalitas liturgi belaka. Ketika bertobat, seluruh perhatian terpusat kepada Tuhan, namun ketika ada dorongan untuk jatuh kembali dalam dosa, Tuhan dihiraukan. Pada akhirnya hidup rohani terpisah dengan kehidupan sehari-hari.

Pemahaman 

  • Ayat 10-13 : Mengapa Allah menolak korban persembahan?
  • Ayat 14-15 : Apa yang menyebabkan Allah benci atas perayaan, sabat, dan doa manusia?
  • Ayat 16-18 : Pertobatan seperti apa yang Allah inginkan?

Allah menolak korban persembahan yang diberikan oleh manusia, sebab manusia tetap melakukan perbuatan dosa. Yesaya menyampaikan teguran TUHAN kepada umat yang tidak sungguh-sungguh bertobat.  Yesaya menggunakan bahasa ilustratif “Sodom dan Gomora” untuk menunjukkan apabila tidak ada kebaikan Tuhan, maka manusia sudah hancur seperti Sodom dan Gomora (ayat 9). Kisah Sodom dan Gomora adalah  contoh bagaimana kondisi manusia yang hidup dalam kekelaman dosa hingga tidak takut lagi kepada Tuhan. Saat itu para pemimpin dan umat disebut sebagai  Sodom dan Gomora. Hal ini menunjuk pada kebusukan dosa yang sedang mereka lakukan. Bila mereka tak bertobat, Tuhan akan menghancurkan kehidupan mereka.  Maka Yesaya mengajak umat untuk tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa, penindasan serta ketidakadilan yang pada saat itu sering mereka lakukan dan membuat Tuhan murka.  Firman Tuhan melalui Yesaya menegur umat yang  tidak bertobat padahal mereka mempersembahkan ibadah kepada Tuhan. Hidup umat begitu buruk dan jahat sebab  mereka masih bermuka dua di hadapan Allah. Kata kunci dalam pertobatan yang Allah inginkan adalah “berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik”.

Allah ingin agar manusia sungguh-sungguh bertobat dan melakukan setiap perbuatan sesuai dengan Firman-Nya. Allah mengasihi manusia sebagai ciptaan-Nya. Ia tidak membiarkan manusia terus terikat dalam rantai lingkaran dosa. Allah ingin manusia bertobat dan hidup dalam perilaku yang benar, baik di hadapan Allah dan juga dalam kehidupan setiap hari.

 

Refleksi
Pandanglah wajah Anda di depan cermin! Apakah ada noda di wajah yang tidak Anda inginkan? Apakah Anda menutupinya untuk sementara waktu ataukah membersihkannya secara permanen? Lalu pandanglah wajah kehidupan Anda! Apakah masih ada noda dosa yang selalu muncul? Apakah Anda terus membiarkan noda dosa itu ketika Anda mengucapkan pengakuan dosa dan kalimat pertobatan?

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk sungguh-sungguh bertobat dan dapat menghidupi pertobatanku dengan melakukan setiap perbuatan baik yang Kau inginkan.

Tindakanku
Aku akan sungguh-sungguh bertobat dengan cara berhenti berbuat dosa dan melakukan setiap hal baik di dalam nama Tuhan. Setiap hari aku akan mengingat satu macam dosa yang sering kulakukan dan menyesalinya di hadapan TUHAN. Dengan kesungguhan hati aku akan bertobat dan mewujudkan pertobatan itu dalam tindakan nyata yang sesuai dengan Firman TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«