suplemenGKI.com

Yesaya 1:10-15

 

Apakah tuhan merasa muak dengan kebaktian kita?

 

Pengantar
Pada jaman Nabi Yesaya (sekitar tahun 740 SM) Bangsa Israel hidup dalam ketidak setiaan terhadap TUHAN Allah. Gaya hidup mereka mirip dengan cara hidup masyarakat Sodom dan Gomora (ayat 10). Mereka masih datang menjumpai TUHAN Allah dengan membawa persembahan namun tidak dengan kesungguhan hati dan TUHAN Allah jijik atau muak terhadapnya (ayat 13). Bagaimana dengan kebaktian dan persembahan kita?

Pemahaman
Ayat 10                 :  Apa yang Sdr pahami tentang gaya hidup Sodom dan  Gomora? (Baca Kejadian 19)

Ayat 11 – 13       :  Menurut Sdr mengapa TUHAN Allah Israel merasa muak terhadap persembahan yang disajikan kepadaNya?

Ayat 14                 :  Apa pula maksud kata-kata “… ,semuanya itu menjadi beban bagiKu, Aku telah payah menanggungnya”?

Ayat 15                 :  Apa respons TUHAN Allah terhadap doa-doa yang dipanjatkan kepadaNya oleh bangsa Israel pada zaman itu?

 TUHAN Allah yang kita kenal dan sembah dalam Tuhan Yesus Kristus adalah Allah BAPA yang sangat mengasihi kita. Ia rindu melihat anak-anakNya hidup menurut perintah dan hukumNya. Karena kasiNya, Ia juga sangat rindu berjumpa dengan kita. Lebih dari apa yang dirasakan oleh para orangtua yang sangat sedih melihat anak-anaknya hidup bergelimang dosa, Tuhan ALLAH bukan hanya sedih tetapi setiap dosa kita adalah beban yang harus dipikulNya, karena hanya dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dosa manusia dapat diampuni (Baca Ibrani 2:14-17). Akibat dosa Ia muak dengan kebaktian dan semua persembahan kita. Dalam kemuakanNya ia berpaling ketika kita menaikkan doa-doa kita.

Refleksi
Apakah kita datang ke kebaktian dan membawa persembahan dengan hati yang kurang sungguh-sungguh? Apakah ada hal-hal dalam kehidupan kita yang membuat TUHAN Allah, sekalipun Ia sebenarnya rindu berjumpa dnega kita, namun kita telah membuatNya muak melihat semua dosa yang kita perbuat, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi?

Tekad
Aku tak ingin membuat TUHAN Allah muak atas kehadiranku dalam kebaktian. Aku tak ingin TUHAN Allah memalingkan mukaNya ketika aku menaikkan doa-doaku dan membawa persembahan bagiNya. Aku tak mau membuat TUHAN Yesus harus menanggung lagi semua dosa pemberontakanku.

Tindakan
Aku akan datang menjumpaiNya dengan hati yang bertobat agar TUHAN Allah berkenan atas kehadiran dan persembahanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«