suplemenGKI.com
Hidup Manusia

Hidup Manusia

Bacaan : Yesaya 40 : 1 – 11.

Allah mengerti penderitaan umat Nya.

 Bagian ini merupakan bagian kedua kitab Yesaya, yang berasal dari zaman pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Oleh karena dosa-dosa bangsa Yehuda yang sangat besar dan mereka tidak bertobat sehingga Tuhan mengijinkan mereka dikalahkan oleh kerajaan Babel, sehingga mereka hidup dalam penderitaan di Babel. Keadaan mereka hancur dan tanpa harapan. Dalam kondisi seperti itulah maka nabi Yesaya menyerukan janji kelepasan dari Tuhan bagi umat Yehuda yang sedang menderita.

Pertanyaan penuntun.

1.   Apa yang diserukan nabi Yesaya kepada umat Yehuda yang
      sedang menderita ? (ayat 1-2)
2.  Bagaimana seharusnya respon manusia terhadap berita
      kelepasan dari Tuhan ? [ayat 3-5]
3.  Bagaimana Tuhan datang menolong umatNya yang menderita ?
      [ayat 6-11]

 RENUNGAN.

 Siapakah orang yang senang dengan penderitaan ? pasti semua orang tidak suka dengan penderitaan, bahkan kalau bisa harus menghindari penderitaan. Mengapa demikian ? karena pada umumnya manusia hanya menginginkan yang enak-enak saja, sedangkan yang tidak enak atau penderitaan kalau bisa ditolaknya atau supaya jauh dari dirinya. Umat Yehuda pada saat itu sedang menderita dalam pembuangan di Babel, saking menderitanya mereka sampai-sampai kehilangan pengharapan dan mulai putus asa karena penderitaan yang sangat berat, walaupun penderitaan itu dikarenakan oleh dosa-dosa mereka sendiri, namun mereka seolah-olah sudah tidak sanggup lagi menjalani penderitaan akibat hukuman Tuhan tersebut.

 Dalam kondisi umat yang mulai putus asa itulah maka Tuhan menyatakan janji-janjiNya kepada umatNya.

       1.   Bahwa Allah berkenan menghibur umatNya yang sedang
             menderita. [ ay
at 1-2 ]

             Ungkapan “hiburkanlah, hiburkanlah…adalah kata-kata yang
             sering dipakai dalam rangka penguatan dan
penghiburan
             kepada orang yang sedang mengalami penderitaan. Kata-
             kata ini men
yatakan bahwa Allah sungguh-sungguh peduli
             kepada umatNya yang sedang mengalami penderitaan akibat
           
dosa-dosa mereka, namun ketika umat itu mulai sadar dan
            menjerit kepada Tuhan, maka Allahpun bersedia 
            mengampuni
mereka dan juga  berkenan memulihkan
           keadaan umat. Itu juga berlaku kepada setiap orang percaya
          
yang sedang menghadapi penderitaan. Apabila kita mau
           berseru kepada Tuhan dengan hati yang hancur
dan penuh
           pertobatan maka Tuhan akan memberikan pertolongan dan
          
penghiburan bahkan pemulihan.

       2.   Bahwa Allah berkuasa atas hidup manusia. [ ayat 3-11 ]

             Sesungguhnya manusia pada dasarnya penuh dengan
             kerapuhan dan ketidakberdayaan. Gambaran-
gambaran
             bahwa manusia seperti rumput yang mudah layu dan kering
             hendak menunjukkan bahwa
manusia termasuk umat
             Tuhan adalah makhluk yang terbatas dan tidak berdaya. Hal
             itu sangat berbeda
dengan Tuhan Allah yang Mahakuasa
             yang mengatasi alam semesta juga manusia. Hanya dengan
           
hembusan nafasNya saja maka manusia bisa kehilangan
            hidupnya, sebab Allah lah yang berkuasa atas
hidup manusia.
           Namun demikian masih ada pengharapan bagi manusia yang
           fana. 

 Dalam kehidupan ini, ketika kita sedang menghadapi penderitaan atau pencobaan, maka sadarilah bahwa kita adalah manusia yang tidak berdaya yang perlu bersandar kepada Allah yang kuat. Yang kedua sadarilah bahwa sesungguhnya, Tuhan Allah sangat peduli kepada umatNya yang datang dengan pertobatan. Bagaimanakah dengan saudara dalam menyikapi kehidupan ini ? Tuhan beserta kita.

 “kita harus menyadari bahwa hidup kita penuh dengan ketidakberdayaan sehingga kita perlu bergantung kepada Tuhan yang kuat”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«