suplemenGKI.com

Pengharapan yang Hampir Sirna

Yesaya 11:1

 

Pengantar

Dalam menjalani hidup ini, kita sungguh membutuhkan tempat untuk bersandar. Kondisi bangsa Indonesia yang sedang “hiruk-pikuk” dengan berbagai sikap intoleransi semakin menegaskan betapa kita membutuhkan sandaran hidup. Lalu, bagaimana bila apa yang kita harapkan dapat menjadi sandaran itu ternyata menjadi goyah?

Pemahaman

 Ay. 1          : Apakah menariknya ketika Tuhan berfirman “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai”?

Janji Tuhan dalam ayat pertama ini sungguh menarik, apalagi kalau kita menghubungkannya dengan ayat-ayat sebelumnya. Dalam pasal 10:33-34 dikatakan, “Lihat, Tuhan, TUHAN semesta alam akan memotong dahan-dahan pohon dengan kekuatan yang menakutkan; yang tinggi-tinggi tumbuhnya akan ditebang, dan yang menjulang ke atas akan direndahkan. Belukar rimba akan ditebas dengan kapak, dan Libanon dengan pohon-pohonnya yang hebat akan jatuh.” Kedua ayat ini berbicara tentang bangsa Asyur yang pada waktu itu sedemikian kuatnya. Hal ini digambarkan melalui deskripsi fisik pohon tersebut, yakni yang tumbuhnya sampai sangat tinggi sekali. Konon tinggi pohon aras bisa mencapai hingga 24 m dengan dahan-dahan panjang yang menjulur ke samping. Sedangkan keliling batangnya dapat mencapai sampai 12 m. Pohon-pohon yang sangat besar ini terus tumbuh selama ratusan tahun. Namun pohon yang sedemikian luar biasanya itu kemudian akan direndahkan, ditebas dengan kapak hingga jatuh.Sebagai kontras dari pohon yang sedemikian besarnya itu, kini – di pasal 11:1, dihadirkan munculnya tunas dari sebuah tunggul.

Pohon yang menjulang tinggi itu jelas bukanlah tandingan dari sebuah tunggul. Namun kuasa Allah telah memutarbalikkan keadaan, sehingga dari tunggul yang seakan tidak ada harapan itu dapat muncul pengharapan. Sedangkan pohon yang seakan dapat diandalkan itu malah akan diluluhlantakkan Allah. Inilah pesan yang disampaikan Allah kepada bangsa Israel melalui nabi Yesaya. Kejayaan dan kebesaran manusia tidak dapat diandalkan. Pengharapan sejati hanya ada di dalam Allah, sehingga seharusnya bangsa Israel mau percaya kepada-Nya 100%.

Refleksi

Minggu-minggu adven adalah saat di mana kita sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Kristus. Dapatkah kita mendengar seruan Allah yang memanggil kita untuk percaya dan bersandar bukan pada kejayaan manusia, melainkan pada kemahakuasaan Allah semata?

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk belajar hidup dalam pengharapan, yakni terus berharap hanya kepada Engkau saja. Amin.

Tindakan

Saya akan menjalani hidup ini dengan terus mempercayakan diri kepada Allah dengan membawa segala urusan saya kepada Dia melalui doa setiap pagi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*