suplemenGKI.com

Yeremia 1:4-10

PANGGILAN YANG MENAKUTKAN?

PENGANTAR
Tidak sedikit orang Kristen yang melihat panggilan untuk melayani sebagai panggilan yang menakutkan. Dan, salah satu ketakutan yang paling sering muncul adalah ketakutan apabila tidak mampu mengerjakan pelayanan itu dengan baik, atau takut gagal. Memang, kegagalan – dalam hal apa pun – dapat menimbulkan perasaan negatif seperti rasa bersalah, atau bahkan rasa malu. Jadi, dalam ukuran tertentu, ketakutan semacam itu adalah wajar. Namun, ketakutan itu akan menjadi ketakutan yang berlebihan apabila kita hanya mengandalkan diri kita sendiri. Kita lupa bahwa andalan utama kita dalam pelayanan adalah kuasa Tuhan, bukan kemampuan kita sendiri.  Menyadari keterbatasan diri sendiri itu baik, namun jangan melupakan kuasa Tuhan yang telah memanggil kita.

PEMAHAMAN

  • Ayat 4-6, 10. Dalam pelayanan sebagai apakah Tuhan memanggil Yeremia? (ay. 5). Apa tugasnya? (ay. 10). Bagaimana perasaan Yeremia ketika menerima panggilan tersebut? (ay. 6).
  • Ayat. 7-9. Apa yang Tuhan katakan kepada Yeremia untuk menjawab keraguan Yeremia? Apa yang dilakukan Tuhan terhadapnya? Mengapa Tuhan melakukan hal tersebut terhadap Yeremia?

Tuhan memanggil Yeremia sebagai seorang nabi, dan ini bukanlah tugas yang ringan.  Yeremia harus menyampaikan firman Tuhan kepada para raja. Di samping seruan untuk melakukan reformasi rohani, firman yang Tuhan sampaikan melalui Yeremia adalah nubuat mengenai hukuman atas dosa-dosa mereka.  Jelaslah bahwa isi khotbah Yeremia bukanlah kata-kata yang enak bagi telinga mereka.  Penolakan, kemarahan, hingga penganiayaan harus dihadapi Yeremia.  Wajar apabila Yeremia merasa takut menerima panggilan itu. Yeremia merasa dirinya tidak memiliki kepandaian berbicara maupun kewibawaan, dua hal penting untuk melayani sebagai seorang nabi.

Tuhan menjawab keraguan Yeremia secara langsung dan tegas. Pertama, Tuhan menegaskan bahwa kewibawaan Yeremia sebagai seorang nabi bukanlah berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan yang mengutusnya (ay. 7), dan karena itu kuasa Tuhan juga akan selalu menyertainya (ay. 8). Kedua, kefasihan Yeremia berbicara juga bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan yang menjamah mulutnya dan menaruh firman-Nya di sana (ay. 9).

REFLEKSI
Ketika dipanggil terlibat dalam pelayanan, ada berbagai macam ketakutan yang dapat muncul di benak kita. Ini wajar. Namun, jangan biarkan ketakutan itu menguasai kita dan membuat kita melupakan kuasa Tuhan yang siap menopang kita.

TEKADKU
Ya Tuhan, mampukanlah aku melihat kuasa-Mu yang bekerja menyertai pelayananku agar aku dapat mengerjakan tanggung jawab pelayananku dengan penuh sukacita.

TINDAKANKU
Dalam kesempatan terdekat, aku akan bersaksi mengenai salah satu peristiwa di mana kuasa Tuhan menyertai aku pada waktu aku melakukan pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«