suplemenGKI.com

Kasih Allah Sumber Pengharapan

Yeremia 31:1-6

 

Pengantar

Kadang kita meragukan kasih Allah, terutama pada saat hidup kita tidak lancar atau kita merasa sedang dihukum Tuhan. Dalam kondisi demikian, bagaimana kita memahami kasih Allah? Hal inilah yang menjadi perenungan hari ini.

Pemahaman

-  Di dalam ayat 2 bangsa Israel disebut sebagai “bangsa yang terluput dari pedang”. Menurut Saudara, mengapa bangsa Israel disebut sebagai “bangsa yang terluput dari pedang”?

-  Pada ayat 3 dikatakan bahwa Allah mengasihi umat-Nya dengan kasih yang kekal. Apakah pendapat Saudara mengenai pernyataan ini ?

Frasa “Pada waktu itu” di bagian awal pasal 31 ini menunjukkan keterkaitan Yeremia 31 dengan pasal-pasal sebelumnya. Di dalam pasal 30:22 Tuhan berfirman, “Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu,” dan Lembaga Alkitab Indonesia membantu kita dengan memberikan judul perikop “Janji Pemulihan Israel” pada pasal 30 itu. Hal itu berarti frasa “Pada waktu itu” pada bagian permulaan pasal 31 mengacu pada saat janji pemulihan tersebut digenapi.

Dalam penggenapan janji pemulihan Israel tersebut, bangsa Israel – sebagai bangsa yang terluput dari pedang – akan mendapat kasih karunia dari Allah. Penyebutan Israel sebagai bangsa yang terluput dari pedang menunjukkan bahwa Israel pernah kalah di dalam suatu peperangan. Merujuk pada latar belakang sosial politik kitab Yeremia, maka peperangan itu adalah peristiwa penyerbuan Babel yang akhirnya menghancurkan Israel. Namun dalam penyerbuan tersebut ada orang-orang yang tidak terbunuh oleh pedang dan ditawan ke Babel. Mereka inilah yang dimaksud dengan bangsa yang terluput dari pedang.

Penyerbuan Babel yang menghancurkan Israel itu sendiri pada dasarnya merupakan penghukuman Allah atas dosa-dosa yang dilakukan bangsa Israel. Penghukuman tersebut bukanlah wujud kebencian Allah atas umat-Nya, melainkan wujud kasih Allah atas umat-Nya. Sebab sekalipun Israel ditawan, namun Israel tidak dimusnahkan. Dengan kata lain sebenarnya melalui kekalahan perang tersebut Israel sedang dimurnikan Allah. Itulah sebabnya di dalam ayat 3 Allah berfirman, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.” Kasih Allah tak pernah lekang oleh waktu, tak pernah lapuk oleh musim apapun. Di dalam kasih-Nya Allah bertindak menghukum umat-Nya yang tidak taat, namun penghukuman itu tidak pernah dimaksudkan untuk membinasakan, sebab penghukuman itu bersifat memurnikan.

Refleksi:

Menyadari bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih-Nya yang kekal akan menolong kita mendapatkan kekuatan dalam menjalani hidup ini. Sebab kita tidak akan pernah takut sekalipun sedang dimurnikan Tuhan.

 

Tekadku:

Doa: Tuhan, tolong saya untuk terus percaya bahwa Engkau mengasihiku dengan kasih-Mu yang kekal. Amin.

 

Tindakanku:

Sepanjang hari ini saya akan menyanyikan PKJ 14 – Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan – tiga kali

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*