suplemenGKI.com

Yeremia 31:1-9

MENGENAL KASIH ALLAH YANG KEKAL

PENGANTAR

Orang-orang beriman sering kali berada dalam situasi yang sukar, yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Dalam keadaan seperti itu, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menanti dengan sabar dan tabah. Kita percaya bahwa sehabis malam akan datang fajar, dan sesudah gelap akan terbit terang. Namun, panjangnya “kegelapan” sering membuat iman kita goyah sehingga kita menganggap bahwa Tuhan telah melupakan kita.

PEMAHAMAN

Yeremia mulai melayani sebagai nabi sekitar tahun 626 SM, dan pelayanannya berlangsung selama 40 tahun. Sebenarnya, Yeremia bernubuat bagi Kerajaan Yehuda (Kerajaan Selatan).  Namun, nubuat Yeremia mengenai pemulihan yang akan terjadi atas umat Tuhan ternyata juga meliputi pemulihan bagi Kerajaan Israel (Kerajaan Utara). Padahal, sejak tahun 720-an SM (lebih dari seratus tahun sebelumnya), Kerajaan Israel telah hancur akibat serangan militer yang dilakukan beberapa kali oleh Kerajaan Asyur. Kota-kota besar dan ibukota mereka dihancurkan dan penduduknya dibuang ke berbagai tempat (lihat 2 Raj.15:29; 17:5-6).

Ay. 2      Apa artinya “terluput dari pedang”? Mengapa mereka disebut sebagai “sisa-sisa Israel” (ay.7b) ?

Ay.3       Dari ayat ini, apa yang dapat kita ketahui mengenai kasih Allah kepada umat-Nya?

Meskipun telah hancur lebih dari seratus tahun yang lalu, namun pada kenyataannya masih ada orang-orang dari Kerajaan Israel yang “terluput dari pedang”. Mereka itulah yang disebut “sisa-sisa Israel”. Di satu sisi, kita dapat melihat perlindungan Tuhan yang luar biasa kepada mereka. Di sisi lain, kita dapat melihat ketabahan mereka menghadapi situasi yang sulit. Selama beberapa generasi, mereka hidup sebagai orang asing dalam pembuangan.

Menanti pertolongan Tuhan untuk masa yang panjang tidaklah gampang. Namun, ketabahan mereka tidak sia-sia. Mereka pun mendapatkan pemulihan bersama-sama dengan saudara-saudara mereka dari Kerajaan Yehuda. Mereka mendapati bahwa kasih Allah adalah kasih yang kekal dan terus berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Panjangnya kasih Allah melampaui rentang waktu penantian umat-Nya.

 

REFLEKSI

Jika kita percaya bahwa kasih Allah itu kekal dan berkelanjutan, maka seharusnya kita dapat melewati masa penderitaan yang panjang dengan penuh ketabahan. Kita juga tidak perlu cemas menghadapi hari-hari di depan kita. Bahkan, kita tidak perlu kuatir mengenai masa depan anak-cucu kita.

TEKADKU

Tuhan, berikanlah kepadaku iman untuk bersandar pada kasih-Mu yang kekal dan menyerahkan masa depan keluargaku kepada-Mu.

TINDAKANKU

Aku akan berdoa bagi generasi muda yang ada di sekitarku: anak-anakku, juga anak-anak yang dilayani di Komisi Anak, Komisi Remaja, dan Komisi Pemuda di gerejaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*