suplemenGKI.com

BUKTI IMAN

1 Petrus 1:3-9

 

Pengantar
Ketika seorang dokter hendak memberikan tindakan bagi pasiennya, maka yang dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan rekam medis dan menganalisanya. Sesudah itu dokter akan menentukan penanganan yang tepat bagi pasiennya. Dalam hal ini kita melihat bahwa menempatkan kepercayaan yang didasarkan pada bukti, sangatlah tepat. Tetapi pada suatu contoh lainnya, ada saatnya kita juga mempercayai sesuatu tanpa harus melihat, yakni iman. Kita memang tidak pernah berjumpa atau melihat Tuhan secara langsung, tetapi melalui pengajaran Firman Tuhan-lah, kasih dan kepercayaan kita kepada-Nya semakin terbangun. Lantas, bagaimanakah sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang beriman dalam menghadapi kesulitan hidup? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 3-5         : Apa yang melatarbelakangi rasul Petrus menaikkan ucapan syukurnya kepada Allah Bapa?
  • Ayat 6-7         : Hikmah apakah yang dialami oleh orang percaya ketika menghadapi berbagai pencobaan?

Surat 1 Petrus ditulis oleh rasul Petrus untuk para pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (1 Petrus 1:1). Para pendatang itu adalah orang-orang yang telah percaya pada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Petrus mengucap syukur pada Allah Bapa atas anugerah-Nya yang telah menyelamatkan mereka, sehingga setiap umat yang percaya kepada-Nya hidup dalam pengharapan (ayat 3). Kendati demikian, Rasul Petrus menyadari bahwa keberadaan orang percaya yang hidup sebagai perantau sangatlah tidak mudah. Mereka harus hidup berdampingan dengan orang-orang yang tak menyembah Tuhan dan tantangan lain yang dapat menggoyahkan iman kepada Tuhan. Tetapi Petrus meyakinkan pada umat Tuhan di tanah rantau, bahwa kehidupan mereka akan selalu dipelihara dan dilindungi oleh kekuatan Allah (ayat 5). Allah akan bersama dengan umat-Nya, dan umat akan mengalami kemenangan bersama dengan Allah.

Lebih lanjut rasul Petrus meminta agar umat Tuhan tetap bergembira sekalipun harus didera oleh berbagai pencobaan (ayat 6). Sebagai seorang pembaca, kita mungkin berpandangan bahwa nasehat rasul Petrus ini sangatlah berat. Namun, ada hikmah lain yang terkandung di dalamnya, yang dijelaskan pada ayat berikutnya. Rupanya hikmah di balik setiap pencobaan yang dialami oleh orang beriman, adalah untuk membuktikan kemurnian iman mereka (ayat 7). Bahkan iman yang dimurnikan itu jauh lebih berharga dari emas fana yang diuji kemurniannya dengan api. Artinya, setiap umat Tuhan akan makin berdiri teguh dalam iman, dan bertumbuh melalui setiap tantangan maupun pencobaan yang dihadapinya.

Refleksi
Bagaimanakah respon kita ketika diperhadapkan dengan penderitaan? Apakah seringkali menganggap bahwa Tuhan itu seolah-olah lepas tangan dan tidak mendengar jeritan kita? Ataukah justru iman kita kepada-Nya makin bertambah? Pada dasarnya kita memang tidak dapat melihat apa rencana yang Tuhan sediakan. Tetapi satu hal yang pasti: umat Tuhan tidak akan bergumul sendirian, karena Tuhan selalu hadir dan terlibat aktif dalam menolong umat-Nya. Menjalani hidup memang tidak mudah, tetapi orang beriman akan selalu dituntun untuk makin mengenal betapa dalam dan lebarnya kasih Allah bagi umat-Nya yang tetap setia sampai garis akhir.

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanku untuk tetap bertahan menghadapi masa-masa sulit. Berikanku hikmat dan kekuatan untuk tetap memelihara iman sampai garis akhir.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan belajar untuk tidak menyerah dan tidak menyalahkan Tuhan maupun orang di sekelilingku atas berbagai peristiwa yang terjadi. Aku mau mengarahkan mata hatiku kepada Tuhan agar iman dan pengharapanku makin bertambah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*