suplemenGKI.com

Yesaya 64:1-7

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

PENGANTAR
Pertolongan Tuhan kepada umat-Nya tidak selalu datang dengan segera. Saat terbaik yang Tuhan tetapkan, tidak selalu sama dengan saat “terbaik” yang kita inginkan. Karena itu, selain tekun berdoa, kita juga harus sabar menantikan Tuhan bertindak sesuai dengan waktu terbaik-Nya. Namun, waktu menanti bukanlah waktu yang mudah dilewati. Tidak sedikit orang yang justru gagal ketika menantikan Dia dan memilih untuk menempuh caranya sendiri sebelum pertolongan-Nya tiba. Jika kita harus menanti-nantikan Tuhan untuk menolong kita, bagaimana seharusnya kita bersikap?

PEMAHAMAN

Umat Tuhan sedang berada dalam pembuangan dan mereka menanti-nantikan pertolongan Tuhan (lihat pasal sebelumnya, khususnya Yes. 63:15-17) untuk menyelamatkan mereka. Bagaimana sikap mereka ketika menantikan-nantikan Tuhan bertindak bagi mereka?

  • Ay. 1-4. Pengalaman apa yang mereka ungkapkan di sini? (lihat Keluaran 19:16-19). Apa yang mereka ungkapkan tentang Tuhan? Apa hubungannya dengan masa penantian yang sedang mereka jalani?
  • Ay. 5-7. Apa yang mereka katakan mengenai diri mereka sendiri? Apa hubungannya dengan masa penantian yang sedang mereka jalani?

Apa yang harus kita lakukan ketika menanti-nantikan Tuhan? Melalui bacaan hari ini kita dapat belajar dua sikap penting. Pertama, memperteguh iman kita (ay. 1-4). Umat Israel menanti-nantikan Tuhan sambil mengingat pekerjaan Tuhan di masa lampau, yaitu ketika Tuhan membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir. Peristiwa ini mengingatkan mereka akan kuasa Tuhan yang sedemikian besar, melampaui pikiran manusia. Ini penting untuk memperteguh iman mereka dan memantapkan sikap mereka untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Kedua, menguduskan kehidupan kita (ay. 5-7). Ketika menanti-nantikan Tuhan, umat Israel ingat akan dosa-dosa mereka. Mereka pun mengakui dosa-dosa dan kesalahan mereka. Ini penting untuk memulihkan hubungan mereka dengan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan memang tidak gampang. Namun, kita akan dapat menjalaninya dengan baik jika kita mempunyai hubungan yang akrab dengan Tuhan, yang tidak terhalang oleh dosa-dosa kita.

REFLEKSI
Waktu menanti-nantikan Tuhan adalah kesempatan yang baik untuk memperteguh iman kita dan menguduskan hidup kita.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku yang bertekad untuk hidup kudus di hadapan-Mu dan membuang semua dosa-dosaku.

TINDAKANKU
Aku memperbaharui komitmenku untuk meninggalkan dosa atau kebiasaan burukku, yaitu … … … … … … (sebutkan sesuai dengan komitmen pribadi Anda).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*